Pemantapan Keaswajaan Muslimat NU Kota Surabaya

0
871

Aswajamuda.com (250217) Mojokerto – Di tengah kian maraknya singgungan ideologi transnasional di berbagai lini masyarakat, PC Muslimat NU Kota Surabaya merapatkan barisan untuk pembentengan, khususnya di lingkungan Muslimat NU Surabaya dan jaringannya. Di antaranya dengan menyelenggarakan whorkshop dengan tema Penguatan Capacity Building untuk Kemandirian Organisasi 24-26 Februari 2017 di Villa Asia Jaya Pacet Mojokerto.

Hari kedua KH. A. Asyhar Shofwan, M.H.I., Ketua PW LBM NU Jawa Timur, hadir menyampaikan beberapa keputusan Bahtsul Masail NU yang berkaitan dengan Muslimat NU, seperti Haji Tanpa Mahram, Bank ASI, Khitan Perempuan, Pernikahan beda agama, dan semisalnya. Kemudian dilanjutkan sesi berikutnya penguatan wawasan Ahlussunnah wal Jama’ah, khususnya yang berkaitan dengan amaliah Nahdliyyah.

IMG-20170225-WA0073
Workshop Muslimat NU Surabaya

Pantauan aswajamuda.com melaporkan, Ustad Ahmad Muntaha AM, Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, menguraikan secara rinci konsep bid’ah dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai imunisasi awal dari serangan ideologi-ideologi transnasional yang sering memvonis bid’ah-sesat terhadapnya. Kemudian diikuti penjelasan amaliah lainnya seperti tawassul, tabarruk lengkap dengan dalilnya.

Seiring keseriusan ibu-ibu Muslimat NU menyimak materi keaswajaan, Ustad Lukmanul Hakim S.Pd.I., Ketua PC LBM NU Kota Surabaya, menyusul dengan paparan argumentasi-argumentasi ilmiah seputar legalitas zikir berjamaah, tahlilan dan amaliah lainnya.

“Materi ini sangat penting dan akan kami sampaikan kepada jamaah di lingkungan kami,” sela salah satu peserta dari Nyamplungan Ampel Surabaya.(Teguh/Mojokerto)