Yuk Ngaji Sahih Bukhari! Inilah Fakta-Fakta Menarik dari Sahih Al-Bukhari dan Penulisnya (Bagian Kedua)

0
449

Nama Aslinya Hanya Muhammad

Dalam kebiasaan intelektual Islam, pembaca akan menemukan panggilan seorang ulama dengan sebutan nisbat daerahnya, misalnya ulama dari pulau Minangkabau akan diberi nisbat Al-Minangkabawi atau yang dari Banjarmasin dinisbati dengan Al-Banjari, yang dari tanah Jawa dipanggil Al-Jawi.

Bukhari bukanlah nama asli sang penulis Sahih Bukhari, nama yang diberikan ayah Imam Bukhari padanya ialah Muhammad saja. Secara nasab lengkap nama Imam Bukhari ialah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi Al-Bukhari.

Kemudian sesuai tradisi, ditambahkanlah takniyah (panggilan) Abu Abdillah yang berarti “bapaknya Abdillah”, tujuan takniyah ialah agar si penyandang nama terhindar dari julukan yang buruk. Mengenai hal ini Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata:

كنيته أبو عبدالله، وكثيرا ما يستعملها هو في صحيحه فيقول : قال أبو عبدالله ويعني نفسه. والتكنية بالكنية المحبوبة محمودة مطلوبة وإن لم يكن للمكنى بها ولد، خوفا من غلبة لقب قبيح عليه

“Sapaan Imam Bukhari ialah Abu ‘Abdillah, sering sekali dalam Sahih Bukhari sang Imam menyebut dirinya Abu Abdillah dengan maksud menunjukkan bahwa itu ialah dirinya. Penggunaan sapaan dengan sebutan yang dusukai merupakan hal terpuji dan dianjurkan, meskipun yang disapa tak mempunyai anak kandung, karena hal itu bertujuan menghindarkan pemilik sapaan dari julukan yang buruk”.

Tanah Air Imam Bukhari Saat Ini Termasuk Bagian Uzbekistan

Kata Ibnu Hajar Al’Asqalani, Imam Bukhari lahir pada tahun 194 H, pada masa kekuasaan Khalifah Al-Amin. Ia tumbuh dan diasuh sebagai anak yatim. Lebih lanjut Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata dalam kutipannya dari Ibnu Adiy:

قال إبن عدي: سمعت الحسن بن الحسين أبا علي البزاز البخاري يقول: ولد محمد بن إسماعيل البخاري رحمه الله، يوم الجمعة، لثلاث عشرة خلت من شوال سنة أربع وتسعين ومائة

“Ibnu Adiy mendengar Al-Hasan bin Al-Husain yakni Abu Ali Al-Bazzāz Al-Bukhari berkata: Muhammad bin Ismail Al-Bukhari r.a. itu dilahirkan di hari jumat setelah jumatan pada hari ketigabelas syawal tahun 194 H.”

Ternyata, Bukhara atau dalam bahasa internasionalnya Buxoro merupakan kota yang berada di negara Uzbekistan. Fakta ini dapat dikroscek di laman Wikipedia.

Pernah Mengalami Kebutaan di Masa Kecilnya

Dalam hal ini Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menjelaskan:

طلب الحديث ببخارى، وهو إبن عشر سنين وفقه فيه من الصغر وذهبت عيناه في صغره، فرأت أمه إبراهيم عليه السلام، فقال لها: قد رد الله على ابنك بصره لكثرة بكائك أودعائك، فأصبح وقد رد الله عليه بصره

“Imam Bukhari belajar hadis di Bukhara padahal usianya baru 10 tahun, dan telah pandai fikih sejak kecil. Pernah di masa kecilnya Imam Bukhari dua matanya mengalami kebutaan. Lalu Ibunya bermimpi bertemu Nabi Ibrahim a.s. dan diberi tahu olehnya. “Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu. Itu karena seringnya engkau menangis maupun mendoakannya. Lalu di pagi harinya penglihatan Imam Bukhari telah dinormalkan oleh Allah ta’ala.”

Wallahu a’lam.

Bersambung.

Referensi:

Hadyu As-Sari Muqaddimah Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, hal. 35-45.

Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Juz 1, hal. 243.

Artikel Wikipedia berbahasa Inggris  berjudul “Bukhara” di https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bukhara