Umar bin Khattab, Putri Wanita Penjual Susu dan Umar bin Abdul Aziz

0
87

Dalam sejarah kekhilafahan Islam ada dua khalifah yang sama-sama bernama Umar dan sama tercatat sebagai khalifah yang adil dan bijaksana. Kedua khalifah tersebut adalah Umar bin Khattab r.a. dan Umar bin Abdul Aziz r.a. Yang pertama adalah satu yang terbaik dari ribuan sahabat Nabi Muhammad saw. Sementara yang kedua adalah salah satu Tabiin yang paling top.

Cerita di bawah ini akan menjelaskan adanya keterkaitan antara keduanya. Sebuah keterkaitan nasab yang terjalin lantaran seorang gadis yang teguh dengan prinsip muraqabah: kesadaran diri bahwa Allah Swt. senantiasa mengawasi para hamba-Nya, kapan pun dan di mana pun.

Di masa kepemimpinannya, Umar bin Khattab r.a. memang biasa berpatroli di malam hari untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Dan, di tengah patroli malam tersebut banyak kejadian-kejadian penuh hikmah yang diriwayatkan oleh para sejarawan.

Di antara kejadian yang terjadi di tengah patroli Umar r.a., adalah kisah yang diriwayatkan oleh Habib Zein bin Smith dalam kitabnya yang berjudul Al-Fawa’id al-Mukhtarah(hlm. 440).

Baca juga: Kisah Kecerdikan Sahabat Umar bin Khattab R.A.

Pada suatu malam di saat berpatroli, dari salah satu rumah yang dilaluinya, Umar mendengar seorang gadis berkata pada ibunya yang mencampur susu dengan air putih: “Duh, Ibu, apakah kau mau menipu kaum muslimin dan berbohong pada Amirulmukminin?!”

Amirulmukminin yang dimaksud tentu saja adalah Umar yang sedang mendengar pembicaraan mereka.

“Apakah Amirulmukminin melihat perbuatanku ini?!” bantah ibunya.

Gadis itu menjawab, “Jika Amirulmukminin tidak melihat kita, maka sesungguhnya Allah, Tuhan semesta alam, senantiasa melihat kita.”

Umar terkejut dengan perkataan gadis ini. Beliau bergegas menuju sumber suara dan bertanya-tanya mengenai gadis itu.

Sepulangnya dari patroli, Umar mengumpulkan putra-putranya dan berkata, “Siapa dari kalian yang akan menikahi anak gadis perempuan penjual susu?”

Semuanya diam.

Karena tak ada jawaban dari putra-putranya Umar pun berkata, “Demi Allah, kalau salah satu dari kalian tidak ada yang mau menikahinya, akulah yang akan yang akan menikahinya.”

Pada akhirnya gadis itu dinikahi oleh Ashim putra Umar. Pernikahan ini membuahkan putri bernama Laila.

Cucu Umar bin Khattab yang bernama Laila ini dinikahi Abdul Aziz bin Marwan dan memiliki anak yang—meski jalur nasabnya melalui perempuan—tumbuh di tengah-tengah keluarga besar Umar bin Khattab dan dibimbing oleh seorang sahabat Nabi yang menjadi kiblat para pencari hadis: Abdullah bin Umar r.a. Anak tersebut kemudian menjadi ‘Khulafaurrasyidin’ yang kelima: Umar bin Abdul Aziz.

Baca juga: KISAH HIKMAH: KEBIJAKSANAAN KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ