Pernikahan adalah momen yang sakral bagi semua orang. Bahkan dalam satu hadits dikatakan, menikah menyempurnakan separuh agama. Ini 5 diantara banyak manfaat dan tujuan pernikahan bagi seorang muslim.

1. Melestarikan Eksistensi Manusia

تَنَاكَحُوا تَكْثُرُوا فَإِنِّي أُبَاهِي بِكُمُ الْأُمَمَ حَتَّى بِالسِّقْطِ. (رواه الشافعي)

“Nikahlah kalian maka akan menjadi umat yang banyak, sebab sungguh aku akan membanggakan kalian pada umat para Nabi lainnya, hingga dengan bayi yang keguguran.” (HR. As-Syafi’i)  

Dalam hikmah ini juga mengandung hikmah:

  1. Menanam rasa cinta terhadap Allah karena telah diberi berbagai fasilitas untuk menjaga eksistensi manusia.
  2. Menanamkan rasa cinta terhadap Nabi.
  3. Memperoleh doa anak shaleh.
  4. Mendapatkan syafaat anak, terlebih yang meninggal saat masih kecil.

2. Memenuhi Kebutuhan Biologis

مَنْ رَزَقَهُ الله امْرَأَة صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي الشَّطْرِ الثَّانِي. (رَوَاهُ الْحَاكِمُ. صحيح)

“Orang yang Allah beri rejeki istri shalehah sungguh telah Allah tolong atas separo agamanya, hendaknya ia takwa kepada Allah dalam separo lainnya.” (HR. al-Hakim. Shahih)  

Dalam hikmah ini juga mengandung hikmah:

  1. Menjaga diri dari gangguan setan.
  2. Memenuhi dorongan nafsu secara proporsional.
  3. Menjaga pandangan.

3. Menenangkan Hati

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا. (الأعراف: 189)

“Allah Zat yang menciptakan Kalian dari satu orang dan menjadikan darinya isterinya agar tenang dengannya.” (QS. al-A’raf: 189)  

Menenangkan hati berarti mengistirahatkan hati dan membuatnya nyaman dengan bermain-main dengan keluarga, agar hati kuat beribadah.

4. Mengelola Urusan Rumah Tangga

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْباً شَاكِراً، وَلِسَاناً ذَاكِراً، وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُهُ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ. (رواه أحمد والترمذي، حسن)

“Hendaknya salah seorang dari mengambil hati yang bersukur, lisan yang berzikir dan istri beriman yang dapat menolongnya atas urusan akhiratnya.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi. Hasan)  

Bekerjasama dalam mengurus pekerjaan rumah seperti memasak, menyapu dan semisalnya. Kalau dikerjakan sendiraan maka akan menghabiskan waktu.

5. Menempa Diri dalam Tanggung Jawab

يَوْمٌ مِنْ إمَامٍ عَادِلٍ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّينَ سَنَةً. (رواه الطبراني، حسن)

“Sehari dari Imam yang adil lebih utama daripada ibadah 60 tahun.” (HR. at-Thabarani. Hasan)  

Baca: Slide Kajian Pra Nikah

Dalam hikmah ini juga mengandung hikmah:

  1. Mujahadatun nafs dan melatih diri dalam mengurus keluarga
  2. Sabar atas akhlak mereka, menanggung bebannya,
  3. Mendidik mereka,
  4. Bersungguh sungguh mencari rejeki halal untuknya.

Ilustrasi: agotscatering