Tidak Ada Dosa Kecil Tidak Ada Dosa Besar (Hikam-49)

Pilihan

Hukum Memperingati Hari Ibu

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise pernah menyatakan peringatan Hari Ibu di Indonesia dilakukan untuk mengenang perjuangan kaum perempuan. Ia mengatakan,...

Download Keputusan Bahtsul Masail PWNU Jateng Mei 2016

HASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASA-IL PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA’ JATENG Di Pondok Pesantren al Manshur Popongan, Tegalgondo, Wonosari, Klaten 02 Sya’ban 1437 H./ 09 Mei 2016 M. *klik...

KH Abdul Karim, Hidup Untuk Dzikrullah dan Ngaji

Banyak saksi sejarah alumni-alumni sepuh yang pernah nyantri di Ponpes Lirboyo di era masa sugeng KH Abdul Karim menuturkan kesan-kesannya tentang beliau. Menurut para alumni-alumni sepuh, memang...

Syarat, Niat dan Cara Sholat Jamak Takhir dan Taqdim

Bagi seorang musafir yang memenuhi syarat diperbolehkannya meng-qashar shalat, juga diperbolehkan melakukan jamak sholat. Shalat jama’ ialah mengumpulkan dua shalat fardlu dikerjakan dalam satu waktu...
Ahmad Muntaha AM
PP Imadut Thulabah, Nepak, Mertoyudan Magelang. PP Nurul Hidayah, Pangen Juru Tengah, Purworejo. PP Lirboyo Kota Kediri (2001-2010). Sekretaris PC LBM NU Kota Surabaya (2013-2015 & 2015-2017). Narasumber Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur (2014-sekarang). Wakil Sekretaris PW LBM NU Jawa Timur (2013-sekarang). Pengurus LTN HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo PUSAT) dan Lirboyo Press. Penulis Buku Populer Khazanah Aswaja.

Oleh: Ahmad Muntaha AM   

Ibn ‘Athailllah as-Sakandari mengatakan:  

لَا صَغِيرَةَ إِذَا قَابَلَكَ عَدْلُهُ وَلَا كَبِيرَةَ إِذَا وَاجَهَكَ فَضْلُهُ.

“Tidak ada dosa kecil ketika keadilan Tuhan mendatangimu dan tidak ada dosa besar ketika anugerah Tuhan menghadap kepadamu.” 

Dosa kecil adalah dosa yang tidak terdapat ancaman siksa atau hukuman(had)nya dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah; sebaliknya dosa besar merupakan dosa yang terdapat ancaman siksa atau hukuman(had)nya di dalam keduanya. Demikian ini pemahaman lahiriahnya. Lain halnya dengan hakikatnya di sisi Allah dan dengan mempertimbangkan sifat kemurahan dan keadilan-Nya.  

Dosa yang secara lahiriah tergolong sebagai dosa kecil karena keadilan Allah bisa menjadi dosa besar. Sebab ketika keadilan Allah benar-benar ditegakkan pada seorang hamba, maka Allah pasti menghukumnya atas dosa yang sekecil-kecilnya, tidak akan ada yang terlewat sedikitpun dari hukuman-Nya. Sebaliknya, dosa yang secara lahiriah tergolong sebagai dosa besar karena kemurahan Allah akan menjadi dosa kecil. Sebab ketika kemurahan Allah yang sangat luas tercurah pada seorang hamba, maka dosa-dosa besarnya akan berganti menjadi dosa-dosa kecil. Demikianlah, terkadang yang lahiriah bisa jadi berbeda dengan yang senyatanya di sisi Allah Swt. Dalam al-Qur’an Allah Swt berfirman: 

وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسبُونَ (الزمر: 47)

“Dan menjadi jelas bagi mereka di sisi Allah apa yang tidak mereka sangkakan.” (QS. Az-Zumar: 79) 

Dalam konteks ini Abu al-Hasan as-Syadzili merintihkan doa: 

اَللهم اجْعَلْ سَيِّئَاتِنَا سَيِّئَاتِ مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَا تَجْعَلْ حَسَنَاتِنَا حَسَنَاتِ مَنْ أَبْغَضْتَ.

“Ya Allah, jadikanlah keburukan-keburukanku sebagaimana keburukan orang yang Engkau cintai dan jangan jadikan kebaikan-kebaikanku sebagaiamana kebaikan orang yang Engkau murkai.” 

Kedahsyatan Kemurahan Allah bagi Hamba-Nya

Kemurahan dan rahmat Allah yang sangat agung tertuang dalam kisah salah seorang umat Rasulullah Saw dalam sabdanya:  

“Pada hari kiamat seseorang dari umatku dipanggil (Allah) di tengah-tengah manusia, lalu dibentangkan kepadanya 99 buku besar catatan amal, setiap buku (lebarnya) sejauh pandangan matalalu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Apakah kammengingkari (buku catatan amal) ini?” Orang itu menjawab: “Tidak wahai Tuhanku.” Allah berfirman: “Apakah malaikat al-Hafizun pencatat amal-Ku menzalimimu?” Ia menjawab: “Tidak wahai Tuhanku.” Allah berfirman: “Apakah kamu punya alasan, apakah kamu punya kebaikan?” Maka ketakutanlah orang itu lalu menjawab: “Tidak.” Allah berfirman: “Ya (kamu punya kebaikan di sisiku, dan sungguh tidak akan ada kezaliman terhadapu hari ini.” Lalu dikeluarkan kepadanya secuil kertas yang di dalamnya tercatat: “Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.” Orang itu menanyakan: “Wahai Tuhanku, apa arti secuil kertas ini dibandingkan dengan kitab-kitab catatan amal (keburukan yang sangat banyak itu)?” Allah berfirman: “Sungguh kamu tidak akan dizalimi.” Lalu kitab-kitab catatan amal itu diletakkan di piring timbangan yang satu dan secuil kertas itu diletakkan di piring timbangan lainnya, kemudian ringan(naiklah) kitab-kitab catatan amal itu dan berat(turun)lah secuil kertas itu.” (HR. Ibn Majah, at-Tirmidzi dan al-Hakim. Shahih)

Baca Juga: Dosa pun Lebih Baik bagi Orang Beriman


Sumber: 

  1. AbdulMajid as-Syarnubi, Syarh Hikam al-‘Athaiyyah, 58. 
  2. Ibn‘Ujaibah, Iqazh al-Himam fi Syarh Matn al-Hikam pada Ib’ad al-Ghumam(Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2009), I/100-101. 

Photo by Lewis Burrows from Pexels

More articles

Terbaru

Nafkah wajib istri termasuk kuota internet & make up nih ?

Memenuhi kebutuhan istri merupakan kewajiban utama seorang suami. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan non-materi. Selain mencukupi kebutuhan istri, seorang suami...

Yang Benar Wizarah Atau Wazarah ? Bertobatlah

Oleh: Ahmad Muntaha AM Yang benar bacanya gimana ya? Saya sendiri tidak begitu memperhatikan, wizarah, wazarah atau wuzarah. Seringnya...

WNI Gabung ISIS Otomatis Hilang Kewarganegaraan

Oleh: Dr. H. M. Anwar Rachman, S.H., M.H. (Komisi III DPR RI: Bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Fraksi PKB)

Keputusan Bahtsul Masail FMP3 XXIV di PP Lirboyo

Hasil Keputusan Bahtsul Masa’il XXIV (FMP3)Forum Musyawaroh Pondok Pesantren Putri se-Jawa TimurDi Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur 6411726-27 Jumadal Ula...

What, Menyakiti Non Muslim Lebih Berat Dosanya?

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagergunung, 29 Desember 2019 Dosa menzalimi non muslim lebih berat resikonya daripada menzalimi seorang...