Setiap orang yang meninggal mendapatkan hak sebanyak 4 dari keluarga dan kerabatnya yang masih hidup. Yakni dimandikan, dikafani, dishalati, dan dimakamkan. Hal-hal yang berkaitan dengan menshalati mayit secara garis besar ada tiga, yakni : syarat, rukun, dan sunnah. Berikut ini pembahasan tata cara sholat jenazah.

Syarat Shalat Jenazah

  1. Jenazah telah disucikan dari najis baik tubuh, kafan maupun tempatnya.
  2. Orang yang menshalati telah memenuhi syarat sah salat.
  3. Bila jenazahnya hadir, posisi musholli harus berada di belakang jenazah. Adapun aturannya adalah sebagai berikut :
  4. Jenazah laki-laki : jenazah dibaringkan dengan meletakkan kepala di sebelah utara. Imam atau munfarid berdiri lurus dengan kepala jenazah.
  5. Jenazah perempuan : cara peletakan jenazah sama dengan jenazah laki-laki, sedangkan imam atau munfarid berdiri lurus dengan pantat jenazah.
  6. Jarak antara jenazah dengan musholli tidak melebihi 300 dziro’ atau sekitar 144 m. Hal ini jika sholat dilakukan di luar masjid.
  7. Tidak ada penghalang antara keduanya; misalnya seandainya jenazah berada dalam keranda, maka keranda tersebut tidak boleh dipaku.
  8. Bila jenazah hadir, maka orang yang mensholati juga harus hadir di tempat tersebut.

Rukun sholat jenazah

  1. Apabila jenazah hanya satu, niatnya adalah :

Untuk jenazah laki-laki:

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Untuk jenazah perempuan:

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الـمَيِّتَةِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

  1. Takbir dan dilanjutkan dengan membaca Surat al-Fatihah.
  2. Takbir lagi dan diteruskan dengan membaca shalawat Nabi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Akan lebih bagus bila disambung:

كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

  1. Usai membaca shalawat, takbir lagi dan membaca doa untuk jenazah yang sedang dishalati:
    Untuk jenazah laki-laki:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ  وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهُ. اللّهُمَّ ابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهُ ووسِّعْ مَدْخَلَهُ

    Untuk jenazah perempuan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وَارْحَمْهاَ وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهاَ  وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهاَ. اللّهُمَّ ابْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهاَ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهاَ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهاَ ووسِّعْ مَدْخَلَهاَ

  1. Takbir yang keempat kalinya, lalu membaca doa. Untuk jenazah laki-laki:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

Untuk jenazah perempuan:

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنّا بَعدَهُ

  1. Mengucapkan salam secara sempurna:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca Juga: Seri Artikel Tentang Sholat

Referensi:

  1. Fiqih Praktis Al-Badi’ah, Tuntunan Ibadah Keseharian, Edisi Keempat, Nopember 2012 (Madrasah Hidayatul Muhibbin, Jombang)
  2. Tata Cara Melaksanakan Sholat Jenazah – nu.or.id

Ilustrasi: blogspot