Semakin Syukur Semakin Makmur (Hikam-30)

Pilihan

Fikih Kebencanaan Perspektif NU (bag-1)

PENDAHULUAN Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami dan aktivitas manusia, seperti letusan gunung, gempa bumi dan tanah longsor. ...

Bolehkah Membatalkan Sholat Karena HP Berdering ?

Sering kali saat ke masjid kita menemukan instruksi untuk mematikan HP “HP HARAP DIMATIKAN”. Sebut saja pak Jono, seorang kuli yang rajin...

Pilihan Mendalami Agama atau Berdakwah

Galau, bingung dan penuh dilematis, mungkin inilah yang dirasakan kang Sholeh santri Ibtidaiyyah yang baru saja memulai petualangan mempelajari ilmu agama khas...
Ahmad Muntaha AM
PP Imadut Thulabah, Nepak, Mertoyudan Magelang. PP Nurul Hidayah, Pangen Juru Tengah, Purworejo. PP Lirboyo Kota Kediri (2001-2010). Sekretaris PC LBM NU Kota Surabaya (2013-2015 & 2015-2017). Narasumber Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur (2014-sekarang). Wakil Sekretaris PW LBM NU Jawa Timur (2013-sekarang). Pengurus LTN HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo PUSAT) dan Lirboyo Press. Penulis Buku Populer Khazanah Aswaja.


syukur
Setelah menyampaikan perbedaan para wali dan orang awam dalam hal mengenal Allah dan mengakui eksistensi-Nya, dalam untaian al-Hikam ke-30 Syaikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari menyatakan, bahwa masing-masing mempunyai kebaikan dan hendaknya disyukuri secara optimal. Karenanya beliau berkata:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ، اَلْوَاصِلُونَ إِلَيْهِ؛ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ،[1] اَلسَّائِرُونَ إِلَيْهِ.

“Hendaknya orang yang mempunyai kelonggaran rejeki (ma’rifatullah dan ilmu yang luas) membelanjakan rejekinya, ini isyarat bagi para wali yang telah wushul ilallah; dan hendaknya orang yang dipersempit rejekinya membelanjakan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, ini isyarat bagi orang-orang awam yang sedang menempuh tarekat.”

Baca Juga: Lahiriah Kita Cerminan Hati Kita (Hikam-28)

Cara Bersyukur Wali dan Orang Awam

Lalu bagaimana cara bersyukur bagi para wali? Begitu pula bagi orang awam?

Wali bersyukur dengan senantiasa memenuhi seluruh hak Allah secara sempurna, berdakwah mengajak mengesakan Allah, dan terus-menerus mengamalkan ilmunya sehingga rasa cinta terhadap Allah semakin terpatri di hatinya, selaras dengan firman Allah:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (فصلت: 33)

“Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang mengajak mengesakan Allah, beramal shalih dan berkata: ‘Sungguh aku termasuk golongan orang-orang yang memasrahkan diri.” (QS. Fusshilat: 33)
syukur

Sedangkan orang awam yang sedang berproses menghilangkan dominasi hawa nafsu dan menghindari kesibukan duniawi yang menjauhkannya dari ridha Allah, hendaknya selalu bersyukur dengan mensyukuri taufik dan pertolongan Allah yang dengannya ia berkesempatan melakukan mujahadatun nafsi (melawan hawa nafsu), membersihkan diri dari perangai buruk dan menghiasinya dengan akhlak yang indah, menyingkirkan dominasi urusan duniawi di hati dan mengamati alam sebagai tanda kebesaran-Nya, sehingga menyaksikan keesaan Allah dengan sebenar-benarnya.

Kadang, Kitab Pun Harus Ditinggalkan

Dalam Iqadh al-Himam, as-Sayyid Ahmad bin ‘Ujaibah (1160-1224 H/1747-1809 M), ulama sufi dan pemuka tarekat Syadiliyyah asal kota Fes, Maroko mengisahkan:

Suatu ketika Syaikh Hammad bin Muslim ad-Dabbas, sufi agung asal kota Baghdad  dan guru Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, menjumpai salah satu muridnya Ibn Maimun yang tidak segera terbuka hatinya (futuh), namun justru sibuk menelaah kitab tasawuf Risalah al-Qusyairiyyah karya Abu al-Qasim al-Qusyairi (376-465 H/986-1072 M). Seketika ia katakan kepada Ibn Maimun: Tinggalkan kitabmu dan galilah dalam dirimu, niscaya dari sana akan keluar sumber air pengetahuan. Bila tidak, maka pergilah dan tinggalkan diriku.”

Baca Juga: Mengenal Allah, antara Wali dan Orang Awam (Hikam-29)

Tingkatkan Kualitas Diri

Lebih lanjut as-Sayyid Ahmad bin ‘Ujaibah menegaskan, untuk meningkatkan kualitas diri, hendaknya orang tidak terlalu menyibukkan diri kecuali dengan menggali, membaca dan menelaah kondisi dirinya sendiri, selalu menyadari berbagai kekurangan sekaligus memperbaikinya, dan menanamkan rasa sangat membutuhkan Allah. Bila orang merasa sangat membutuhkan Allah, niscaya berbagai anugerah-Nya akan mengalir melimpah ruah kepadanya. Selaras dengan isyarat firman Allah:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ (التوبة: 60)

“Sungguh berbagai sedekah itu hanya untuk orang-orang fakir dan orang-orang miskin.” (QS. at-Taubah: 60)

Karena itu, hendaknya orang benar-benar merasa sangat membutuhkan Allah untuk menyongsong limpahan nikmat dan anugerah-Nya. Semakin syukur semakin makmur.

Oleh: Ahmad Muntaha AM

syukur

syukur

_____

Sumber:

  1. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, al-Hikam al-‘Atha’iyyah; Syarh wa Tahlil, (Bairut-Damaskus: Dar al-Fikr, 1424 H/2003 M), 31-31
  2. Ahmad bin ‘Ujaibah al-Hasani, Iqazh al-Himam dalam Ib’ad al-Ghumam, (Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2009), 77.
  3. ‘Ashim bin Ibrahim al-Kayyali, Ib’ad al-Ghumam, (Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2009), 77.

[1] (QS. at-Thalaq: 7)

More articles

Terbaru

Doa Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa Sholat Tahajud memiliki banyak sekali manfaat dan keutamaan. Tentunya akan semakin memperkuat semua niat dan tujuan kita...

Niat Sholat Tahajud dan Keutamaannya

Sholat Tahajud atau yang biasa kita kenal dengan Sholat malam merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan, lazimnya dilaksanakan di sepertiga...

Sayyid Gus Dur Dan Sayyid Millennial

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagergunung, 27 Desember 2019 Gus Dur itu Sayyid. Sayyid sejati. Sebab yang berhak mengenakan gelar sayyid...

Gus Dur, Al-Muhallab Dan Dedikasi Generasi Milenial

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagi dingin di Pagergunung, 28 Desember 2019 Ini sedang baca-baca karya al Muhallab : al Mukhtashar...

Nafkah wajib istri termasuk kuota internet & make up nih ?

Memenuhi kebutuhan istri merupakan kewajiban utama seorang suami. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan non-materi. Selain mencukupi kebutuhan istri, seorang suami...