Rendah Hati Bukanlah Rendah Diri

Pilihan

Fikih Kebencanaan Perspektif NU (bag-1)

PENDAHULUAN Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami dan aktivitas manusia, seperti letusan gunung, gempa bumi dan tanah longsor. ...

Bolehkah Membatalkan Sholat Karena HP Berdering ?

Sering kali saat ke masjid kita menemukan instruksi untuk mematikan HP “HP HARAP DIMATIKAN”. Sebut saja pak Jono, seorang kuli yang rajin...

Pilihan Mendalami Agama atau Berdakwah

Galau, bingung dan penuh dilematis, mungkin inilah yang dirasakan kang Sholeh santri Ibtidaiyyah yang baru saja memulai petualangan mempelajari ilmu agama khas...
Arina Robithoh Fuadina
Alumni PP An Nawawi 2 Magelang. Santri di P3HM (Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat) Lirboyo Kota Kediri.

Oleh: Arina Robithoh Fuadina (Santri PP Hidayatul Mubtadi-aat Kota Kediri)

Nabi Muhammad Saw bersabda:

مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ (رواه احمد وابن ماجه)

“Barang siapa yang rendah hati karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya.”(HR. Ahmad dan Ibn Majah)

Siapapun orangnya, apapun statusnya, tidak memandang miskin ataupun kaya, baik memiliki derajat dan pangkat yang tinggi maupun tidak, asalkan memiliki sifat rendah hati, tidak pernah merasa bahwa dirinya agung dan memandang bahwa dirinya lebih luhur dari orang lain, niscaya Allah Swt akan mengangkat derajatnya.

Rendah hati merupakan sikap merendahkan diri yang diumpamakan sayap dan melemaskan lambung tanpa rendah dan hina.

Kenapa diumpamakan sayap? Karena meskipun sayap bisa membuat sesuatu dapat terbang, akan tetapi ia tidak pernah menampakkan bahwa sesungguhnya berkat dirinya sesuatu itu dapat terbang. Sementara melemaskan lambung berarti bahwa orang yang rendah hati harus bersikap lemah lembut.

Maksud rendah hati di sini yaitu:

إِعْطَاءُ كُلِّ ذِيْ حِقٍّ حَقَّهُ.

“Memberikan hak setiap orang kepadanya.”

Jadi, tidak meluhurkan derajatnya orang yang rendah, dan tidak merendahkan orang yang mulia dari derajat kemuliaannya. Rendah hati merupakan salah satu faktor yang akan mengangkat derajat seseorang dan menarik kemuliaannya.

Dengan demikian, rendah hati bukan berarti rendah diri. Dikarenakan rendah hati tidak akan merendahkan seseorang yang mulia dari derajat kemuliaannya. Justru Allah Swt akan mengangkat derajatnya.

Baca Juga: Memilih Teman yang Menginspirasi (Hikam-42)

Karena itu, marilah mulai belajar menanamkan sifat rendah hati pada diri kita masing-masing, Seperti yang telah dikatakan oleh Habib Syaikh bin ‘Abdul Qadir as-Segaf:

“Belajarlah mengalah sampai tiada seorangpun mengalahkanmu, belajarlah merendah sampai tiada seorangpun merendahkanmu, dan belajarlah sabar sampai Allah mengangkat derajatmu”.


Sumber:
Hafizh Hasan al Mas’udi, Taisir al Khalaq, (Surabaya: Al Hidayah, 1339), 39.

Ilustrasi:
flickr – aarongustafson

More articles

Terbaru

Doa Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa Sholat Tahajud memiliki banyak sekali manfaat dan keutamaan. Tentunya akan semakin memperkuat semua niat dan tujuan kita...

Niat Sholat Tahajud dan Keutamaannya

Sholat Tahajud atau yang biasa kita kenal dengan Sholat malam merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan, lazimnya dilaksanakan di sepertiga...

Sayyid Gus Dur Dan Sayyid Millennial

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagergunung, 27 Desember 2019 Gus Dur itu Sayyid. Sayyid sejati. Sebab yang berhak mengenakan gelar sayyid...

Gus Dur, Al-Muhallab Dan Dedikasi Generasi Milenial

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagi dingin di Pagergunung, 28 Desember 2019 Ini sedang baca-baca karya al Muhallab : al Mukhtashar...

Nafkah wajib istri termasuk kuota internet & make up nih ?

Memenuhi kebutuhan istri merupakan kewajiban utama seorang suami. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan non-materi. Selain mencukupi kebutuhan istri, seorang suami...