Niat, Tata Cara dan Doa Sholat Istikharah

1268

Dalam hidup manusia akan dipertemukan beberapa pilihan. Dibekalinya manusia dengan akal supaya mereka mampu berpikir dengan hati yang jernih. Manakah pilihan yang tepat dengan dirinya, sesuai dengan aturan agama dan tidak menentang peraturan Allah. Untuk lebih memantapkan hati dalam mengambil sebuah pilihan, dianjurkan melakukan Sholat Istikharah.

Sholat Istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang dimaksudkan untuk meminta petunjuk kepada Allah tentang suatu hal yang akan dilakukan. Waktunya bisa dilaksanakan siang atau malam hari. Bisa dilakukan sekali atau berulang kali sampai hatinya mantap. Lebih dianjurkan pada sepertiga malam terakhir karena merupakan waktu mustajabah.

Niat Sholat Istikharah

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

USHOLLI SUNNATAL ISTIKHOROTA ROK’ATAINI LILLAAHI TA’ALAA

Aku berniat shalat istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala

Tata Cara Sholat Istikharah

Sholat Istikharah dilaksanakan sebagaimana sholat sunnah mutlak pada umumnya, dengan jumlah dua rakaat. Rakaat pertama setelah membaca surat al-Fatihah memabaca surat al-Kafirun. Dan rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas.

Kemudian setelah salam membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI’ILMIKA. WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA. WA AS’ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADHIM. FA INNAKA TAQDIRU WA LAA AQDIRU. WA TA’LAMU WA LAA A’LAMU. WA ANTA ‘ALLAMUL GHUYUUB. ALLAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HADZAL AMRO –sebutkan perkara yang dipertimbangkan- KHOIRUN LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRI FAQDIRHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI. WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HADZAL AMRO SYARRON LII FII DIINII WA MA’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASHRIFHU ‘ANNI WASHRIFNI ‘ANHU WAQDIR LII ALKHOIRO HAYTSU KAANA TSUMMA ARDHIINII BIHI.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Baca Juga: Seri Artikel Tentang Sholat

Selesai sholat Istikharah, biasanya akan muncul tanda atas jawaban dari pilihan-pilihan kita. Terkadang melalui kemantapan hati, atau juga isyarat dalam mimpi. Semuanya akan menjadi lebih mudah jika hati kita telah bersih dan senantiasa berusaha mendekat kepada Allah SWT.

Referensi :

  1. Sholat Istikharah – nu.or.id
  2. Shalatlah seperti Rasulullah SAW -Dalil Keshahihan Shalat ala ASWAJA-, Juli 2012, Penerbit Khalista, Surabaya