Sholat hajat termasuk dalam kategori shalat sunnah yang dilakukan karena sebab tertentu. Artinya, shalat hajat bisa dilakukan setiap saat ketika seseorang dalam kondisi terdesak dan membutuhkan. Jadi shalat hajat tidak harus dilakukan malam hari, karena hajat atau kebutuhan seseorang datang tanpa mengenal waktu.

Tata Cara Sholat Hajat

Sholat Hajat dilaksanakan sebagaimana sholat sunnah mutlak pada umumnya, lebih dianjurkan pada sepertiga akhir dari malam hari, setelah sholat Tahajjud. Rukun Sholat Hajat sebagaimana sholat sunnah mutlak, setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama bisa membaca surat Al-Kafirun atau Ayat Kursi. Setelah Al-Fatihah pada rakaat kedua bisa membaca surat Al-Ikhlas.

Niat Sholat Hajat

أُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL HAJATI ROK’ATAINI LILLAAHI TA’ALAA

Aku berniat shalat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala

Doa Sholat Hajat

Selepas shalat hajat hendaknya seseorang memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah SAW. Meskipun Allah SWT sudah tahu hajat yang bersangkutan, baiknya ia membaca doa seperti yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

LÂ ILÂHA ILLALLÂHUL HALÎMUL KARÎM. SUBHÂNALLÂHI RABBIL ‘ARSYIL KARÎMIL ‘AZHÎM. ALHAMDULILLÂHI RABBIL ‘ÂLAMÎN. AS’ALUKA MÛJIBÂTI RAHMATIK, WA ‘AZÂ’IMA MAGHFIRATIK, WAL GHANÎMATA MIN KULLI BIRRIN, WAS SALÂMATA MIN KULLI ITSMIN. LA TADA‘ LÎ DZANBAN ILLÂ GHAFARTAH, WA LÂ HAMMAN ILLÂ FARRAJTAH, WA LÂ HÂJATAN HIYA LAKA RIDHAN ILLÂ QADHAITAHÂ YA ARHAMAR RÂHIMÎN.

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Rasulullah menganjurkan doa ini:

َّاَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْْأَلُكَ وَاَتَوَجَّهُ اِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّد اِنِّى قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ اِلَى رَبِّى فِى حَاجَتِى هَذِهِ لِتَقْضَى. اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِي

ALLAHUMMA INI AS’ALUKA WA ATAWAJJAHU ILAIKA BI MUHAMMADIN NABIYYIR RAHMAH, YA MUHAMMADU INNI QAD TAWAJJAHTU BIKA ILA RABBI FI HAJATI HAZDIHI LITAQDHI. ALLAHUMMA FA SYAFFI’HU FIYYA.

Baca Juga: Seri Artikel Tentang Sholat

Artinya:

Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. 

Referensi :

  1. Doa Setelah Shalat Hajat – nu.or.id
  2. Doa Khusus Rasulullah SAW untuk Shalat Hajat – nu.or.id
  3. Shalatlah seperti Rasulullah SAW -Dalil Keshahihan Shalat ala ASWAJA-, Juli 2012, Penerbit Khalista, Surabaya