Mawas Diri Saat Bergaul Dengan Teman yang Buruk (Hikam-43)

2
1203
mawas diri

Oleh: Ahmad Muntaha AM

Ibn ‘Athailllah as-Sakandari mengatakan:

رُبَّمَا كُنْتَ مُسِيئًا فَأَرَاكَ الْإِحْسَانَ مِنْكَ صُحْبَتُكَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْوَأُ حَالًا مِنْكَ

“Seringkali anda menjadi orang buruk, kemudian ketika anda berteman dengan orang yang lebih buruk daripadamu maka hal itu memperlihatkan kepadamu kebaikan dirimu.”

Artinya, seringkali sebenarnya kita dalam kondisi buruk, amal yang penuh kekurangan dan niat yang tidak ikhlas, namun ketika kita bergaul dengan orang yang kualitasnya lebih buruk, maka pertemanan itu menampakkan kebaikan kita. Kenapa demikian karena nafsu cenderung melihat keunggulan dirinya dan melihat kekurangan orang lain.

Lain halnya bila kita berteman dengan orang yang lebih baik daripada kita, tentu pertemanan itu akan memperlihatkan kekurangan-kekurangan kita sebenarnya.

Berkaitan dengan hal ini, Imam Abu al-Hasan as-Syadzili pernah meminta nasehat kepada temannya, kemudian dijawab:

لَا تَنْقُلْ قَدَمَيْكَ إِلَّا حَيْثُ تَرْجُو ثَوَابَ اللهِ وَلَا تَجْلِسْ إِلَّا حَيْثُ تَأْمَنُ غَالِبًا مِنْ مَعْصِيَةِ اللهِ وَلَا تَصْطَفِ لِنَفْسِكَ إِلَّا مَنْ تَزْدَادُ بِهِ يَقِينًا وَقَلِيلٌ مَا هُمْ.

“Jangan pindah kedua telapak kakimu kecuali pada tempat yang di situ kamu mengharap pahala dari Allah; jangan duduk kecuali di tempat yang di situ kamu berkemungkinan besar selamat dari maksiat terhadap Allah; dan jangan pilih (teman) bagi dirimu kecuali orang yang menambah keyakinanmu. Namun mereka sangat sedikit.”

 Karena itu, mawas diri saat bergaul dengan teman yang buruk itu perlu.

Baca: Seri Artikel Kajian Hikam


Sumber:

Ahmad bin ‘Ujaibah al-Hasani, Iqazh al-Himam dalam Ib’ad al-Ghumam, (Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2009), I/92.

2 COMMENTS

  1. Terima kasih atas sajian ilmu tasawufnya.
    Mudah”an sll membuahkan manfaat dan barokah.
    Amiin..
    Jazakumullahu khoiroti wa sa’afatiddunya wal akhiroh..
    Amiin

Comments are closed.