Mahasiswi di PP An-Nuriyah Surabaya Bedah Fikih Kebangsaan

Pilihan

Fikih Kebencanaan Perspektif NU (bag-1)

PENDAHULUAN Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami dan aktivitas manusia, seperti letusan gunung, gempa bumi dan tanah longsor. ...

Bolehkah Membatalkan Sholat Karena HP Berdering ?

Sering kali saat ke masjid kita menemukan instruksi untuk mematikan HP “HP HARAP DIMATIKAN”. Sebut saja pak Jono, seorang kuli yang rajin...

Pilihan Mendalami Agama atau Berdakwah

Galau, bingung dan penuh dilematis, mungkin inilah yang dirasakan kang Sholeh santri Ibtidaiyyah yang baru saja memulai petualangan mempelajari ilmu agama khas...
mesbach
Alumni S1 Teknik Informatika ITS Surabaya, Alumni S2 Teknik Informatika ITS Surabaya

Meski gerakan organisasi-organisasi radikal anti Pancasila sudah dibatasi, semisal HTI yang telah dibubarkan melalui Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, namun bukan berarti operasinya terhenti. Karenanya internalisasi prinsip-prinsip kebangsaan ke berbagai elemen warga harus terus dilakukan secara berkesinambungan.

Dalam upaya itu, Yayasan Pondok Pesantren Putri An-Nuriyah (YPPP. An-Nuriyah) Wonocolo Surabaya mengagendakan bedah buku Fikih Kebangsaan karya HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Pondok Pesantren Lirboyo) pada Jumat 07 September 2018 jam 20.00 Wib hingga selesai.

“Bedah buku Fikih Kebangsaan menghadirkan ustad muda Ahmad Muntaha AM, S.Pd., sebagai salah satu Tim Penulis yang juga aktifis bahtsul masail di lingkungan PWNU Jawa Timur”, terang Gus Alaika Muhammad Bagus, M.Pd, selaku pengurus pesantren.

Alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya juga menjelaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di era sekarang:

“Mahasiswi atau Mahasantri (Mahasiswa yang juga study di pesantren-red) perkotaan saat ini sangat perlu diberikan bekal wawasan kebangsaan, sebab masih sangat banyak praktik-praktik  intoleransi di tengah kota khususnya di wilayah Wonocolo Surabaya, baik antarmahasantri dengan masyarakat maupun sebaliknya”.

Menurut Gus Alaik hal ini tidak lepas dari gerakan organisasi-organisasi radikal anti Pancasila yang secara diam-diam terus memengaruhi mahasiswa di lingkungan sekitar.

“Bedah buku Fikih Kebangsaan ini wajib diikuti oleh sekitar 350 Mahasiswi yang mayoritas sedang menempuh study di UIN Sunan Ampel Surabaya demi penguatan wawasan kebangsaan. Selain itu kajian khusus putri ini juga membuka kesempatan peserta sejumlah maksimal 50 orang dari warga masyarakat sekitar” pungkas pengurus GP Ansor Wonocolo Surabaya.

More articles

Terbaru

Doa Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa Sholat Tahajud memiliki banyak sekali manfaat dan keutamaan. Tentunya akan semakin memperkuat semua niat dan tujuan kita...

Niat Sholat Tahajud dan Keutamaannya

Sholat Tahajud atau yang biasa kita kenal dengan Sholat malam merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan, lazimnya dilaksanakan di sepertiga...

Sayyid Gus Dur Dan Sayyid Millennial

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagergunung, 27 Desember 2019 Gus Dur itu Sayyid. Sayyid sejati. Sebab yang berhak mengenakan gelar sayyid...

Gus Dur, Al-Muhallab Dan Dedikasi Generasi Milenial

Oleh: Ahmad Muntaha AMPagi dingin di Pagergunung, 28 Desember 2019 Ini sedang baca-baca karya al Muhallab : al Mukhtashar...

Nafkah wajib istri termasuk kuota internet & make up nih ?

Memenuhi kebutuhan istri merupakan kewajiban utama seorang suami. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan materi, tapi juga kebutuhan non-materi. Selain mencukupi kebutuhan istri, seorang suami...