Jakarta, NU Online

Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menurunkan sejumlah bantuan yang dibutuhkan para korban longsor Banjarnegara di pengungsian. Sebanyak 120 relawan LPBI dan Banser Tanggap Bencana mendistribusikan bantuan lewat posko bersama pengungsian LPBI dan PCNU Banjarnegara.

Bencana ini memaksa 1.692 mengungsi di 10 titik posko pengungsian. Jumlah pengungsi yang terdampak langsung bencana longsor sebenarnya hanya 200 orang, namun karena kekhawatiran masyarakat sekitar akan terjadinya longsor susulan memaksa mereka harus ikut mengungsi.

LPBI NU melalui PCNU Banjarnegara telah mengirimkan bantuan awal untuk membeli peralatan evakuasi dan operasional tim. Tim LPBI NU membawa antara lain kebutuhan pengungsi seperti makanan, air bersih, nutrisi bayi, pakaian, peralatan sholat, baby kits, hygiene kits untuk pria dan wanita (termasuk peralatan mandi) selimut, matras dan lain-lain.

Bantuan ini diserahkan melalui Posko bersama PCNU Banjarnegara. Ketua PCNU Banjarnegara KH Zahid Khasani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PP LPBI NU atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan.

“Bantuan ini akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. PCNU Banjarnegara juga telah mendirikan Posko Bantuan Kemanusiaan yang terletak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau di depan Pos Pengungsian Utama korban longsor yang berasal dari Dusun Jemblung. PCNU bersama keluarga besar NU Banjarnegara juga menyelenggarakan pembacaan Yasin dan Tahlil hingga hari ke-7 di lokasi kejadian,” kata Kai Zahid.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, kejadian longsor di Banjarnegara ini untuk kesekian kalinya mengingatkan kita semua terutama pemerintah betapa pentingnya sistem peringatan dini di daerah atau kawasan yang rawan bencana. Karena, pada tahun 2007 Banjarnegara juga didera bencana longsor yang besar.

Selain itu, “Perlunya kesadaran dari semua pihak untuk terus melakukan upaya pengurangan risiko bencana agar kelak kejadian seperti ini tidak terus menerus terulang,” kata Avianto. (Alhafiz K)

 

SUMBER