Pembahasan legalitas Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai Amil syar’i telah berulang kali dilakukan oleh PWNU Jawa Timur, baik secara internal dalam forum bahtsul masail NU Jawa Timur, maupun secara eksternal khususnya dalam forum bahtsul masail Munas dan Konbes NU di Lombok 23-25 November 2017 yang menerima Rumusan Amil Zakat usulan PWNU Jawa Timur.

Namun demikian, di kalangan NU sendiri masih terdapat beragam pemahaman terhadap berbagai keputusan bahtsul masail tersebut seiring perkembangan perundang-undangan zakat, sehingga sering muncul pertanyaan: “Apakah LAZISNU termasuk Amil syar’i, mana dasarnya”, dan pertanyaan semisal, yang sedikit banyak menghambat kinerja NU CARE LAZISNU sendiri. Sebab itu, diperlukan rumusan yang lebih aplikatif dan dapat dijadikan rujukan oleh NU CARE LAZISNU maupun warga Nahdliyyin untuk lebih bersemangat menyalurkan zakat infaq dan shadaqah melalui NU CARE LAZISNU demi keabsahannya secara syar’i sekaligus tercapainya cita-cita kemandirian jamaah dan jam’iyyah NU.

Ketua LBM NU Jawa Timur KH Asyhar Shofwan (tengah) sedang menjelaskan hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim tentang Legalitas NU CARE LAZISNU sebagai amil syar’i di depan PCNU Se Jawa Timur

Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur pada 16 April 2019 telah membahas dan memutuskan status Amil syar’i bagi NU CARE-LAZISNU dari tingkat Pusat hingga Ranting.

Bagaimana keputusan lengkapnya, download di link:

DOWNLOAD

Baca Juga: Kumpulan Hasil Bahtsul Masail