Judul Asli: Glory of Islam in The Gold Era
Oleh: Moh Nasirul Haq. LC

Berbicara Science dan ilmuan Islam merupakan pembahasan yang sangat menarik dimata saya. Karena membuat saya semakin pede untuk bernostalgia atas Glory Of Islam In The Gold Era.

By the way, Era Dinasti Abbasiyah merupakan masa yang paling dikenal oleh sejarawan barat dan banyak Ummat Islam sebagai Gold Era of Islam (Era keemasan Islam / Kejayaan Islam). Hal itu terjadi karena pada 2 abad pertama terjadi pembangunan besar-besaran kota peradaban Islam Dinasti Abbasiyah, yang berpusat di Baghdad Irak. Dalam waktu 5 tahun dengan bantuan 1000 arsitek dan buruh pekerja, kota Baghdad disulap menjadi kota 1001 malam.

Kota Baghdad Pusat Perkembangan Islam

Ya’qubi seorang geografi Arab waktu itu bercerita bahwa kota Baghdad memiliki 6000 jalan dan lorong, 30.000 masjid, dan 10.000 pemandian, serta dilengkapi infrastruktur pasar kelas dunia dan pemandangan yang indah dengan segenap kisah legendanya seperti Aladin dan sajadah terbangnya, Harun Al Rashid raja yang adil, dll.

Sebenarnya selain Baghdad ada dua kota pada dinasti Abbasiyah yang gemilang, yaitu kota Cordoba Andalusia yang dikembangkan pangeran pelarian dinansti Umayyah yang di bantai “As Saffah”, dan kota peradaban peninggalan Islam dan Agama pagan yang dikembangkan dinasti Fatimiyyah di Cairo Mesir.

Tentu saja Andalusia juga mendeklarasikan diri sebagai kota beradab dengan segenap Ulama’ dan Ilmuannya, Cairo Mesir tak mau ketinggalan yang mana Dinasti Fatimiyah membangun Masjid Al Azhar sebagai pusat kajian Islam intensif dan mengembangkan sector ekonomi makro, sementara di Baghdad para ulama dan cendikia di kumpulkan di Baitul Hikmah dan Madrasah Nidzamiyah.

Sehingga secara garis besar ketiganya memiliki andil luar biasa dalam Islam, Kendati mereka berada dalam tiga koridor berbeda dan di daerah yang lumayan berjauhan, akan tetapi mereka saling bersaing dan bahu membahu membangun Tsaqafah wal Hadloroh Islamiyah sesuai konsep pemikirannya masing masing. terlepas dari konflik politik diantara mereka, dan kita tidak akan membahas hal itu.

Pada khilafah Abbasiyah sempat mengalami masa sulit dimana saat itu terjadi perang salib yang membuat hampir seluruh Turats Islamiyah dimusnahkan dan sebagian lain dibawa ke barat untuk diakuisisi.  Syidi Syeikh Muhammad Ba’atiyah mengatakan: “Maktabah Islam merpuakan maktabah terlengkap sepanjang masa, terbukti walaupun sempat dimusnahkan, namun Ulama Islam mampu bangkit dan mengembangkan karya tulis ilmiahnya seperti yang anda lihat hari ini.”

Perkembangan Iptek dan Kebudayaan

Perkembangan Science and Culture Islam juga terjadi dengan adanya kesadaran untuk mengembangkan dan membukukan beberapa fan ilmu yang sebelumnya belum pernah di bukukan. diantaranya dengan munculnya “Madzahibul Arba’ah” sebagai revormis penetapan rumus hukum Islam secara konsituen. Meskipun tanpa disadari, belakangan kita di diagnose oleh sebagian dokter Wahabers bahwa kita mengidap penyakit “TBC” (Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat), hanya gara-gara kita mengikuti penemuan baru yang belum ada di Zaman Rasul itu.

Pada dewasa ini banyak orang alergi jika dikait-kaitkan dengan Salaf atau para pendahulu. Khususnya masyarakat Modern hari ini diantara “MEA” (Masyarakat Ekonomi Asean), yang sedang fight dalam kemajuan finansial dan teknologi..

Kemudian saya teringat tentang perkataan Imam Ahmad bin Hanbal berkata perihal Ulama’ Salaf:

جَعَلَ في سَلَفِ هَذِهِ الأُمَّة أَئِمَّةُ الأَعْلامِ, مَهَّدَ بِهِم قَوَاعِدَ الإِسْلامِ, وأَوْضَحَ  بِهِم مُشْكِلَة الأَحْكاَم, اتِّفَاقُهُم حُجَّة قاطِعَة, واخْتِلَافُهُم رَحْمَة وَاسِعَة.

“Tuhan menjadikan dalam pendahulu ummat ini para Imam yang kredible dan mempersiapkan kaedah kaedah Islam dan menjelaskan problematika hukum. Kesepakatan mereka adalah hujjah yang pasti, dan perbedaan mereka adalah Hikmah yang Universal.”

Kemudian Imam Ahmad bin Hasan Al Attos berkata dalam kitabnya “Tadzkirinnas” Hal 28 beliau berkata:

مَن ارَادَ التّقَدّم  فاليَطّلِع فِي كتُب المُتقدّمين , وَمَن ارَادَ التّأخُّرَ فَاليَطّلِع فِي كُتُبِ المُتأَخِّرِينَ

Barang siapa yang menginginkan Kemajuan, maka pelajarilah kitab para Ulama’ Salaf (pendahulu), dan barang siapa yang menginginkan ketertinggalan maka pelajarilah kitab Ulama’ Kontenporer.”

Dari sini saya berfikir bahwa penemuan Ulama dan Ilmuan Salaf adalah rumus bagi pengembangan science and technology abad ini, para salaf yang mendesain rumus dasarnya kemudian dikembangkan oleh Ulama dan ilmuan modern. Pada article kali ini saya tertarik untuk menerangkan nama-nama Ilmuan beserta temuannya agar lebih mengenalnya.

Para Ilmuwan Muslim

Al Kindi, beliau adalam ilmuan dari irak yang menulis mengenai jenis-jenis parfum, krim, dan pengharum. Beliau juga menemukan Geometri lingkaran, menulis buku “Risalah Fi Istikhroj Al Mu’amma” (risalah pemecah sandi), menemukan konsep dasar Kriptologi modern dengan analisis frekuensi.

Az Zahrowi, seorang dokter spesialis asal Spanyol, penemu Lithotripter penghancur benda keras seperti ginjal. Beliau juga menulis 30 bab alat kedokteran yang berisi 200 alat medis bergambar, penemu system jahit dengan benang pasca operasi, kapsul dengan usus hewan, penemu perawatan rambut, gigi, kosmetik kesehatan, obat kumur,, lipstick, deodorant, tabir surya. Beliau juga menemukan natrium heroksida, sementara Al Maoushili, pria asal Irak ini penemu jarum berongga dalam medis untuk menyedot katarak mata. .

Al Farghani, Astronom muslim abad ini adalah 9 penemu “Nilometer” yang bisa memprediksi dan mengukur pergerakan air sungai Nil di Mesir. Ada pula ilmuan Al Zarqalli (Arzachel) yang membuat grafik prediksi gerakan bulan, matahari dan planet, atau yang lebih dikenal dengan tabel “Toledo”.

Ibnu Yunus ilmuan asal Baghdad penemu Astrolabe besar guna meneliti mengenai posisi matahari dan ia telah meneliti selama 30 tahun. Kemudian Astrolabe yang paling akurat ditemukan oleh seorang wanita asal Syiria bernama Al Asthurlabiyah Mariam.

Abas Bin Firnas, asal Spanyol orang pertama yang menemukan konsep pesawat, yang mana ia membuat jubbah khusus terbang dari atas masjid Andalus dan ia juga menciptakan Gantole berhasil selama 10 menit. 6 abad lebih dahulu daripada Leonardo da vinci. Abbas orang pertama penemu “Planetarium glasses” yang dilengkapi dengan petir buatannya.

Al Farobi dan Ibnu Rushd (Avvaroes) filosof sekaligus teolog muslim yang terkenal, al farabi juga menulis kitab “al musiqa al kabir” mengembangkan biola dan kecapi.

Ibnu Sina yang melakukan kompilasi, katalogisasi dan refernsi silang penemuan penemuan medis seluruh dunia, penulis buku “Qanun fi tibb” (The Canon) yang diakai kedokteran eropa memuat 142 obat herbal.

Al Birruni ilmuan yang 600 lebih dahulu menemukan bahwa bumi berputar pada porosnya sebelum Galileo Galilei, ia juga menemukan Trigonometri untuk menghitung keliling bumi, termasuk juga menghitung tinggi antar gedung.

Abul Haitsam beliau pakar pergerakan bulan penemu teori optika, sekaligus beliau mengarang kitab bernama “Al Manadzir” (kitab optika) yang dikembangkan menjadi kamera modern.

Bani musa bersaudara, mereka menulis kitab “Al Hiyal” (kitab teka teki) memuat sekitar 100 alat mesin dan permainan, yang kelak dikembangkan menjadi permainan modern.

Fatimah al Fihri wanita asal Faz Maroko ini merupakan seorang aktifis pendidikan yang membangun Universitas Qurawiyyin , kampus pertama di dunia.

Jabir Bin Hayyan lelaki asal Persia ini membuat alat untuk menyempurnakan berbagai proses kimia, sekaligus penemu asam sulfat dan asam klorida.

Ibnul Awwam beliau berasal dari Mesir yang menemukan metode Agricultural sekaligus mengembangkan cara membasmi hama dan meningkatkan kualitasnya. Dikatakan bahwa teori Agricultural muslim merupakan yang paling rumit di dunia.

Hasan Al Rammah pakar militer asal Syiria ini menulis kitab terpenting dalam kemiliteral Islam yang disebut “Al Furusiyah Wal Manasib Al Harbiyah“. Didalamnya beliau menulis ada ribuan senjata militer, yang fenomenal beliau menemukan torpedo ledak, trebuchet pelontar, dan resep bubuk peledak.

Al Idrisi ahli peta dunia yang menghabiskan 15 tahun waktunya menggambar 70 peta. kemudian muncul Mahmud Ugyur Kashighali penemu pertama “Globe bundar”.

Abul wafa bazjani, menemukan bulan bergerak di orbitnya dengan kecepatan berbeda setiap fase. Penemuan itu 600 tahun sebelum Astronom Denmark Tycobrahe.

Muhammad Awfi pria asal Persia ini merupakan konsep penemu kompas maghnetik.

Abdurrahman Asshufi, pakar observasi bintang dan planet, penulis buku “Shuwar al Kawakib” (gambaran bintang) merupakan buku pertama berbicara system perbintangan, pembaharu katalog astronom Yunani Ptolemeus, bukunya juga mengatakan ada 48 Rasi, ia juga penemu galaksi Antromeda.

Al Khowarizmi (Al Goritmi) ilmuan besar Islam pakar matematika penemu rumus al goritma, dalam bukunya “al jabar wa muqowimatuh” ia memperkenalkan dasar dasr rumus al jabar termasuk juga Geometri yang mana pola Geometri rumit digunakan dunia arsitektur untuk memperindah desain, juga penemu bilangan decimal, sinus dan kosinus.

Al Jazari, beliau merupakan insinyur mesin, ia menulis berbagai jenis mesin. Diantaranya robot pencuci tangan dan robot pemain music. Ia juga penemu engkol dan AS, pompa air dengan roda gigi dan tenaga air jauh sebelum Leonardo Da Vinci mengklaim menemukan Hidrolika dan roda gigi.

Ilmuwan Muslim Dari Indonesia

Dan berikut adalah penemu dari Indonesia yang beragama Islam dan berhasil menemukan penemuan ilmiah kelas dunia :

Eniya Listiani Dewi ,Muslimah kelahiran Magelang ini penemu zinc-air fiel cell (ZAFC) dan ThamriON. ZAFC adalah sumber energi yang dapat menghasilkan listrik, panas, dan air murni. Tanpa suara, tanpa emisi, bahan bakarnya adalah hidrokarbon, hidrogen, dan metanol atau etanol.

Ricky Elson, muslim yang satu ini Melewati belasan tahun di Jepang dengan belasan karya teknologi yang dipatenkan atas nama dirinya oleh NIDEC Corporation. Melewati ratusan kincir angin yang didalamnya bekerja generator utama buatannya sendiri.. Bahkan setelah Lentera Angin Nusantara, kini Ricky mencetus Lentera Bumi Nusantara.

Warsito Purwo Tarun, Muslim kelahiran Karanganyar ini, kini ciptaannya dipakai oleh NASA. Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) adalah teknologi deteksi 4D yang sangat mutakhir. Tidak berhenti di situ, Warsito juga menemukan alat pemusnah kanker. Sejauh ini memang baru terbukti dapat membunuh sel-sel kanker otak dan payudara dan alat itu bernama brain cancer electro therapy dan breast cancer electro therapy berbasis ECVT.

Yogi Ahmad Erlangga, pria asal Tasikmalaya. Muslim lulusan ITB inilah yang memecahkan persamaan Helmholtz. Berkat terpecahkannya rumus Helmholtz ini, pencarian sumber minyak bumi akan lebih cepat 100 kali lipat. Kebutuhan hardware berupa komputer yang awalnya sebanyak 1000 komputer dapat dikurangi. Kebutuhan 1000 komputer diperlukan untuk pencitraan 3D, kini dapat berkurang jauh menjadi 300 komputer berkat pemecahan rumus Helmholtz. Itu artinya biaya dapat dihemat mencapai lebih dari 60%.

Khoirul Anwar, Muslim asal Kediri ini adalah penemu teknologi 4G LTE, teknologi sinyal yang jauh mengungguli teknologi 3G dalam semua hal. Teknologi ini pernah diuji oleh salah satu perusahaan ponsel dunia dan dapat mencapai kecepatan 173 Mbps dengan konfigurasi 2×2 MIMO (2 antena pada 2 pemancar dan receiver). Nah, jika pengaturannya di-upgrade menjadi 4×4, potensi kecepatan yang dihasilkan teknologi 4G temuan Anwar dapat mencapai 326 Mbps. Sungguh luar biasa.

BJ Habibie , teknokrat yang juga mantan presiden RI ini sudah terbukti memiliki puluhan temuan tentang pesawat terbang.

Baca Juga: Seri Tulisan Gus Nasirul Haq Lc

Demikian yang beberapa hal yang bisa kami tulis perihal Glory Of Islam In The Gold Era sejak dinasti Abbasiyah, semoga kedepannya memberikan inspirasi kita semua. Amin..

Ilustrasi: cnn