Aula Masjid Raudlatul Musyawarah penuh sesak kawula muda yang penuh antusias mengikuti Ngaji Pra Nikah yang diselenggarakan PC FATAYAT NU Kota Surabaya.

Pada session pertama, Ning Siti Musfiqoh, MEI menjelaskan seluk beluk ta’arruf dan khitbah dalam Islam.

Dalam ulasannya Ketua PC FATAYAT NU Kota Surabaya juga berbagi pengalaman indahnya ‘Pacaran Setelah Pernikahan’.

“13 tahun lewat pernikahan dengan suami, tapi terasa baru kemarin saja”, akunya menggambarkan romantis keluarganya.

Musfiqoh juga mengajak para peserta untuk yakin dalam berprinsip menjalankan ajaran agama, terlebih di era yang penuh keterbukaan akses informasi ini.

Pada session ke ldua, Ahmad Muntaha AM dari aswajamuda.com mengurai materi Hikmah Pernikahan dengan selingan joke-joke segarnya.

“Wah … saya mulai dikritik ini karena hanya mengurai wanita shalehah, tanpa menjelaskan kriteria pria shaleh,” guraunya sembari disambut keceriaan para peserta.

Baca: Materi Ngaji Pra Nikah Surabaya

Di ujung acara Ning Ucik Fatimatuz Zahra selaku penanggung jawab acara menegaskan, “Mungkin acara semacam ini banyak diadakan di luar sana, tapi kitab kuning sebagai rujukan utama menjadi pembeda Ngaji Pra Nikah kita ini.”

Aktifis Fatayat NU Surabaya juga menginformasikan, bahwa pertemuan kedua akan digelar pada Ahad mendatang 08 Oktober 2017 dengan dua (2) materi: Keluarga Sakinah dan Hak-Kewajiban Suami Istri. Ketua PW LBM NU Jawa Timur KH. Ahmad Asyhar Shofwan, M.Pd.I. didaulat sebagai pematerinya. (Soliha Al Bari/Surabaya)