Insomnia di Bulan Puasa? Yuk Baca Doa Ini

0
444

Bulan puasa telah tiba. Banyak kebahagiaan yang dapat kita syukuri di bulan suci ini. Kebersamaan dan suasana teduh dapat kita rasakan. Terutama saat momen-momen spesial seperti berbuka dan makan sahur. 

Satu keluarga berkumpul bersama, menyantap hidangan dengan penuh keakraban dan keharmonisan. Suguhan yang istimewa jadi makin terasa nikmat. 

Tapi agak sedikit mengganggu rasanya, bila di bulan puasa justru malah menderita insomnia. Susah tidur, juga merasa gelisah, hingga sulit memejamkan mata. Bisa-bisa justru melewatkan kesempatan waktu makan sahur karena baru bisa terlelap setelah jauh lewat tengah malam. Akhirnya, semangat puasa di siang hari jadi kurang maksimal. 

Sudah berusaha menenangkan pikiran, bahkan mencoba berbagai cara, tapi mata masih juga sulit untuk terpejam. 

Tak perlu bingung dan sedih. Kita bisa mencoba untuk membaca sebuah doa, yang menurut riwayat pernah diajarkan oleh nabi Muhammad shallahu’alaihiwasallam kepada sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu, ketika beliau mengalami kesulitan untuk tertidur. 

Sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu lantas mengamalkan doa tersebut, dan susah tidur yang dialami beliau akhirnya bisa hilang. 

Doa tersebut dikutip juga dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (Syaikh Abul Fida’ Ismail ibn Umar ibn Katsir, Tafsir Ibn Katsir [Beirut, DKI, cet. I, 1419 H.], Vol. IV, hal. 279); 

قال الطبراني: حدثنا حجاج بن عمران السدوسي، حدثنا عمرو بن الحصين العقيلي، حدثنا محمد بن عبد الله بن علاثة، حدثنا ثور بن يزيد عن خالد بن معدان، سمعت عبد الملك بن مروان يحدث عن أبيه عن زيد بن ثابت رضي الله عنه قال: أصابني أرق من الليل، فشكوت ذلك إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال «قل اللهم غارت النجوم ، وهدأت العيون، وأنت حي قيوم يا حي يا قيوم، أنم عيني وأهدئ ليلي» فقلتها، فذهب عني. 

Dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu beliau berkata; ‘Aku terkena insomnia pada malam hari. Lalu aku mengadukan apa yang aku alami kepada Rasulullah shallahu’alaihiwasallam, kemudian beliau bersabda: ‘ucapkan lah; 

اللَّهُمَ غَارَتْ النُجُومُ، وَ هَدَأْتِ العُيُونُ وَ اَنْتَ حَيٌ قَيُومٌ، اَنِمْ عَيْنِي، وأَهْدِىءْ لَيْلِيْ. 

(Ya Allah, bintang mulai bersinar dan mata mulai mengantuk, sedangkan Engkau ya Allah Maha hidup lagi maha berdiri sendiri tidak butuh kepada siapapun, tidurkan mataku, dan tenangkan malamku.) 

Sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu berkata: ‘aku pun membaca doa tersebut, dan hilanglah insomniaku‘” (HR. Thabrani) 

Kita bisa membaca doa yang diajarkan nabi Muhammad shallahu’alaihiwasallam tersebut sebagai bentuk ikhtiar batin. Barangkali penyakit insomnia yang cukup mengganggu itu bisa hilang, dan kita pun bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal. 

Wallahu a’lam.