Hukum Menjaga Gereja

386

Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, bahasa dan agama memiliki keberagaman yang sangat kaya. Dalam merawat keragaman ini tentunya dibutuhkan toleransi yang tinggi, dewasa dan proporsional dalam penerapannya. Mengingat, akan kita temukan banyak acara keagamaan yang diadakan oleh setiap penganutnya. Hal ini tentu perlu disikapi dengan bijak dan arif.

Atas nama toleransi antar umat beragama di negara Indonesia yang menganut Bhinneka Tunggal Ika, sering kita temukan di beberapa event besar seperti perayaan hari Natal, Imlek dan lain – lain. Dalam perayaan tersebut, banyak masyarakat muslim, bahkan salah satu sayap ormas Islam terbesar di Indonesia (Banser) ikut mengamankan non muslim yang sedang beribadah untuk mewujudkan rasa aman, tentram dan damai di hati non muslim yang sedang beribadah.

Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan kepada Polri dan jajarannya untuk mengamankan dan memberi rasa nyaman terhadap umat yang sedang beribadah. Instruksi presiden tersebut diterjemahan oleh pimpinan ormas Islam tersebut supaya ikut membantu pengamanan dalam mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan.

Baca: Buku Menjaga Gereja Dari Mesir

Hukum Menjaga Gereja Sesuai Konteks diatas

Pertanyaan:

a. Bagaimana hukumnya pimpinan ormas Islam menginstruksikan anak buahnya untuk menjaga orang yang beribadah kepada selain Allah ?

b. Bagaimana hukumnya orang Islam yang menjaga non muslim yang sedang beribadah atas dasar kesatuan dan persatuan negara?

Download: Keputusan Bahtsul Masa’il Kubro XIX Se-Jawa Madura Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri

Jawaban A:

Tidak benarkan, karena di dalam instruksi tersebut  mendorong anak buahnya untuk berbuat maksiat serta toleransi di dalam islam dibatasi tidak sampai menyangkut urusan ibadah mereka..

Jawaban b:

idem dengan sub a

Catatan

Kecuali jika intruksi tersebut dari imam maka bersifat mengikat dan diperbolehkan karena tugas imam adalah menjaga stabilitas negara.

Buku: Santri Lirboyo Menjawab (Masalah Jaga Gereja)


Referensi :

  1. Asybah WanNadzoir Juz. 1 Hal. 233
  2. Is’adurrofiq Juz. 2 Hal. 93
  3. Al Fatawi Fiqhiyyah Juz. 4 Hal. 393
  4. Hasyiyah Jamal Juz. 5 Hal. 227
  5. Anwaru Al Buruq Juz. 3 Hal. 16-17
  6. Bughyatul Mustarsyidin Hal. 91
  7. Al Fiqiih Al Islamy Juz. 6 Hal. 700

Keputusan Bahtsul Masa`il Kubro Ke-19
Se-Jawa Madura Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri
02-03  J. Akhirah 1438 H/01-02 Maret 2017 M Komisi A

Musahih:

  1. KH. Nu’man Hakim
  2. K. M. Sa’dulloh
  3. K. Abdul Mannan

Perumus:

  1. Agus H. Kanzul Fikri
  2. Ust. Moh. Anas
  3. Ust. Miftahul Khoiri
  4. Ust. Bisri Musthofa
  5. Ust. Dinul Qoyyim
  6. Ust. Faidly Lukman Hakim

Moderator: Ust. A. Al Badawi
Notulen: M. Ardabili dan Jalaluddin

Ilustrasi : republika.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here