Habib Taufiq Assegaf: Rasulullah Enggan Masuk Surga, Kecuali Semua Umatnya Telah Masuk ke Dalamnya

0
479
Habib Taufiq Assegaf di Haul Solo

Rasulullah saw. ketika melihat kejelekan di dalam diri umatnya, beliau akan memintakan ampunan kepada Allah Swt.

Ini tanda bahwa Rasulullah saw. begitu cinta pada kalian. Maka, jangan dibikin susah hatinya. 

Di hari kiamat nanti, semua Nabi akan berkata 

نفسي، نفسي

“Selamatlah diriku, selamatlah diriku.”

Tetapi Rasulullah saw. tidak. Beliau justru mengucapkan

انا لها، انا لها

“Aku yang akan menyelamatkan umatku, aku yang akan menyelamatkan umatku.”

Rasulullah saw., yang mendapatkan pujian dari Allah Swt. dengan pujian yang tidak pernah diberikan kepada makhluk-Nya yang lain, di hari itu terlihat gelisah. Allah Swt. yang melihat beliau segelisah itu, bersabda,

“Wahai Muhammad, cukup angkat kepalamu. Ucapkan! apa yang kamu ucapkan akan didengar Allah. Mintalah! Apa yang kau minta pasti akan dikabulkan oleh Allah.”

Lalu apa yang diminta oleh Rasulullah saw.? Beliau terus menggumam, “Ummati, ummati. Selamatkan umatku, selamatkan umatku.”

Di detik-detik menjelang wafatnya, Rasulullah saw. didatangi oleh malaikat Izrail. Rasulullah saw. bertanya, “Wahai Izrail, engkau datang untuk berziarah atau mencabut nyawa?”

Izrail menjawab, “Aku datang untuk berziarah, wahai Nabi. Juga untuk mencabut nyawamu, jika engkau berkenan.”

Rasulullah saw. gelisah. Hingga kemudian malaikat Jibril datang, Rasulullah saw. tetap gelisah. Beliau bertanya kepada malaikat Jibril. “Wahai Jibril, siapa yang akan memperhatikan umatku sepeninggalku?”

Jibril pergi ke hadirat Allah Swt. Ia kemudian kembali dengan membawa salam dari Allah Saw. untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad, “Sampaikan salam-Ku kepada kekasih-Ku Muhammad. Katakan padanya, Aku mengharamkan surga bagi para nabi, juga umat-umatnya, sebelum engkau, wahai kekasih-Ku, dan umatmu masuk terlebih dahulu.”

Apa yang membuat kita berkumpul di sini? Cahaya iman dari kita. Cinta kita kepada Rasulullah saw. Ketahuilah, kalian menjadi tamu Rasulullah saw. Perkumpulan ini menjadi saksi bahwa kalian mencintai Rasulullah saw.

Baca juga: KH. M. Anwar Manshur; Kiyai yang Bahagia Melihat yang Lain Bahagia

Seberapa besar cinta kita kepada Rasulullah saw.? Sementara surga pun Nabi saw. tidak tertarik, kecuali umatnya juga ikut masuk ke dalam surga.

Di hari kiamat nanti, Allah menyediakan para Nabi mimbar-mimbar cahaya. Semua mimbar diduduki Nabi. Mimbar-mimbar itu akan mengantar mereka ke surga. Tapi satu mimbar kosong. Itu mimbar Nabi Muhammad saw.

Allah Swt. bertanya, “Mengapa engkau tidak menduduki mimbarmu?”

Nabi Saw. menjawab, “Karena aku khawatir, ada umatku yang tidak diantar ke surga.”

“Lalu apa yang harus Aku perbuat, wahai Nabi?”

“Maka percepatlah perhitungan amal mereka.”

Bahkan, Nabi saw. tidak mau masuk surga, sampai umatnya yang sudah disiksa di neraka pun juga disyafaati, sehingga masuk surga.

Nabi saw. masih akan terus menunggu semua umatnya, sampai diyakinkan padanya, “Sungguh Muhammad, engkau tidak sisakan satu pun dari umatmu di neraka.”

Seberapa besar cinta kita kepada Rasulullah saw.?

Kita melakukan maksiat, padahal itu dibenci oleh Nabi saw. Apa yang kita lakukan sementara Nabi begitu mencintai kita?

Lihat, betapa Nabi saw. sangat mencintai kita. Nabi ingin umatnya memakai siwak. Namun beliau takut akan memberatkan umatnya.

Padahal, seberapa berat sih memakai siwak? Berapa harganya?

Beliau malah berkata, “Seandainya tidak khawatir membuat berat umatku, akan kuperintahkan bersiwak setiap sebelum salat.”

Tulisan ini adalah potongan dawuh dari Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, Pasuruan, saat menghadiri majelis maulid Haul al-Imam al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi, Solo Jawa Tengah. Majelis maulid ini berlangsung pada  hari Jumat, 26 November 2021.

Dawuh beliau ini ditranskrip dengan perubahan seperlunya.