Fikih Pertanian atau Pesantren Alam, Kawan?

0
74

Sangat sering kita dengar bahwa risalah Tuhan ke muka bumi adalah risalah kerahmatan. Kerahmatan bagi alam semesta, manusia, jin, malaikat, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain semisalnya, seiring firman-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“And We have not sent you, [O Muhammad], except as a mercy to the worlds.” (Al-Anbiya’: 107)

Dalam konteks ini perlu dipertanyakan, setelah sekian lama menghuni, memanfaatkan dan mengeksploitasi alam, lalu sejauh mana kita melakukan perbuatan yang kongkrit untuk berbalik mengasihsayangi alam? Atau justru tidak terbersit sama sekali dalam angan?

Di tengah situasi pandemic SARS-COV 2 seperti ini, menarik kiranya kita kembali mendekatkan diri kepada alam. Mengasihi dan menyayanginya.

Mari rawat alam kita yang semakin renta. Hijaukan, makmurkan dan manjakan dengan segala macam tumbuhan dan tanaman. Let’s take care of the world by planting trees.

Bagaimana kawan? Pilih, menanam bibit kelengkeng merah, durian, alpukat atau tanaman lainnya?

Bagaimana pula kalau kita gagas Fikih Pertanian atau kita inisiasi sekalian Pesantren Alam?
Ada ide dan saran?

Dokumentasi:
Bincang alam aswajamuda.com dan Sedulur Tani Sumberan Salaman.