Telah kita ketahui bersama bahwa mandi merupakan salah satu rutinitas manusia dalam rangka membersihkan diri. Sebagai makhluk hidup yang selalu tumbuh dan bergerak tentu menuntut kita untuk memperhatikan kebersihan jasmani dan rohani.

Di dalam islam mandi terbagi menjadi dua macam, mandi biasa dan mandi wajib. Mandi wajib ini juga sering disebut dengan mandi junub atau mandi besar. Kalau manusia sudah dewasa dan melewati batas baligh juga berakal, maka ada masa dimana harus melakukan mandi wajib diantaranya selesai nifas, haid atau keluarnya air mani.

Niat / Doa Mandi Wajib

Mandi wajib memiliki beberapa ketentuan dan tata cara yang telah diatur oleh syari’at. Secara umum perbedaan mandi dan wajib itu terletak pada niat dan tata caranya. Adapun niat merupakan hal paling pokok dalam melaksanakan segala sesuatu. Untuk mandi biasa maka tidak diwajibkan adanya niat. Sedangkan untuk mandi wajib, niat merupakan sebuah keharusan mutlak, wajib niat di hati dan sunnah mengucapkannya dengan lisan.

Secara umum niat mandi wajib adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya:
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala”

Niat / Doa Mandi Wajib Selesai Haid

Kalau untuk selesai haid biasanya diucapkan seperti berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI MINAL HAIDHI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya:
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu dari haidl karena Allah Taala”

Niat / Doa Mandi Wajib Selesai Nifas

Kalau untuk selesai nifas biasanya diucapkan seperti berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ النِّفَاسِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI MINAN NIFAASI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya:
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu dari nifas karena Allah Taala”

Siapa sajakah yang dikenakan hukum wajib mandi? Mereka adalah yang telah mengalami mimpi basah (untuk laki-laki), selesai menstruasi, selesai nifas, melahirkan (untuk perempuan) dan bersetubuh atau melakukan senggama (untuk laki-laki dan perempuan).

Baca Juga: Seri Artikel Tentang Bersuci

Itulah doa atau tepatnya redaksi niat yang sunnah dilafalkan dengan lisan. Adapun yang wajib adalah niat di hati. Jangan sampai lupa untuk niat ketika melangsungkan mandi wajib yaa.

Tata Cara Mandi Wajib

Tata cara mandi wajib jika diurutkan adalah sebagai berikut :

  1. Niat mandi wajib, Inilah perbedaan paling jelas antara mandi biasa dan mandi wajib, yaitu: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
  2. Membasuh tangan. Lebih baiknya dilakukan tiga kali bolak balik antara tangan kanan dan kiri dengan tujuan benar-benar membersihkan dari kotoran dan najis.
  3. Membersihkan organ-organ tubuh yang berpotensi menghasilkan kotoran, dengan menggunakan tangan kiri. Seperti contoh ketiak, kemaluan, dubur, dan bagian-bagian yang mengandung lekukan-lekukan.
  4. Membasuh kembali kedua tangan, dianjurkan dengan sabun.
  5. Berwudlu dengan sempurna seperti halnya hendak sholat.
  6. Mengguyur air ke kepala sampai ke akar rambut dan kulit kepala, ulangi hingga tiga kali.
  7. Mencuci kepala bagian kanan, lalu kiri, secara bergantian.
  8. Menyela-nyelai rambut kepala dengan jari-jari sampai kulit kepala.
  9. Mengguyur badan secara keseluruhan, bergantian dari bagian kanan kemudian kiri.
  10. Diulangi lagi dengan menggunakan sabun dan shampoo, dengan tujuan membantu lebih membersihkan tubuh secara keseluruhan.

Ilustrasi: Designed by Freepik

Referensi:
Fiqih Praktis Al-Badi’ah, Tuntunan Ibadah Keseharian, Edisi Keempat, Nopember 2012 (Madrasah Hidayatul Muhibbin, Jombang)