Dipimpin Gus Reza, Komisi Dakwah MUI Jatim bakal Rangkul Milenial

0
76

SURABAYA – Setelah pengukuhan pengurus MUI Provinsi Jawa Timur di gedung Grahadi Surabaya (15/02), Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jatim dibentuk dan disahkan melalui surat keputusan No.03/MUI/JTM/II/2021.

Di Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jatim ada 22 personil pengurus dan Dr.KH.Reza Ahmad Zahid, Lc.,Mag dipercaya menjadi ketua di komisi ini.

“Menjadi pengurus di MUI merupakan amanah untuk lebih berkhidmat kepada agama, bangsa dan negara. Memimpin komisi dakwah dan pemberdayaan masyarakat bukanlah tugas ringan, semua harus didasari keikhlasan dan kerjasama yang kuat antar semua pihak,” tutur Gus Reza kepada tim Infokom MUI (19/02).

Gus Reza juga menegaskan bahwa komisi ini akan memprioritaskan program kerjanya ke depan pada penguatan dan pengembangan dakwah melalui dakwah khusus. Sedangkan program pemberdayaan akan diutamakan pada pemberdayaan kelompok marginal melalui program ekonomi syariah.

“Dakwah di era sekarang harus memperhatikan kaum milenial dengan didukung teknologi digital. Karena anak-anak sekarang mengenal agama sudah melalui gadget dengan berbagai platform media sosial. Apalagi saat pandemi seperti ini, masyarakat lebih banyak menggunakan smarthphone,” tegas Gus Reza.

Hal ini selaras dengan pesan Ketua Umum MUI Jatim, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah saat menyampaikan sambutan pada pengukuhan dan pelantikan Pengurus MUI Jatim beberapa waktu lalu, yang menekankan pentingnya inovasi program. Dengan demikian, komisi ini harus hadir memberi layanan dakwah wasathiyah melalui teknologi digital.

Baca juga: Gus Dur, Al-Muhallab Dan Dedikasi Generasi Milenial

Gus Reza juga merinci garis besar program kerja Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jatim sebagai berikut :

1. Penguatan dakwah meliputi: penyusunan peta dakwah, mudzakarah da’i, pendidikan dan pengkaderan da’i, usaha perventif, kuratif dan somatif terhadap korban ajaran atheis, liberalis dan komunis, dan penguatan dakwah Islam Wasathiyah.

2. Pengembangan dakwah terdiri dari: penyusunan strategi dakwah bagi milenial, kerjasama dengan media untuk menangkal ajaran yang merusak umat dan lainnya.

3. Program dakwah khusus meliputi: dakwah untuk masyarakat terpencil, penghuni lembaga pemasyarakatan, dan lain sebagainya.

4. Program pemberdayaan masyarakat marginal terdiri dari: Pembinaan terhadap para muallaf, kelompok fuqara dan masakin dan kalangan dhuafa, pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi syariah dan program lainnya.

Berikut ini personalia Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jatim Masa Khidmat 2020-2025:

Penasehat : KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M

Pembina : KH. Abdurrahman Navis, Lc., M.H.I

Ketua : Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A

Wakil Ketua : KH. M. Syakur Dewa

Sekretaris : Sururi Arumbani, S.AP

Wakil Sekretaris : Nun Hasan Ahsan Malik, M.Pd

Anggota :

1. KH. Hadi Mahfudz

2. Drs. KH. Achmad Fauzi Afandi

3. Drs. KH. Ilhamullah Sumarkhan, M.Ag

4. KH. Husen Rifa’i

5. KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI, M.Pd

6. KH. Khoiron Zaini

7. Dr. H. Acmad Murtafik Haris, M.Fil.I

8. Ahmad Muntaha, AM., S.Pd.I

9. H. Iqbal Latif

10. Hasan Basri Fuk, S.Sos.I

11. Masduki, S.Ag

12. Dr. H. Ali Imron, M.Fil.I

13. Hj. Azimatunnikmah, M.H.I

14. Kholida Ulfi Mubaroka, M.Sosio

15. Yuliastutik, M.Pd.I

16. Hj. Mazidatul Faizah, M.Si

17. H. Abdul Kholiq Idris, M.Ag

18. H. Muzammil, S.Pd.I

Sumber: MUI Jatim