Di Tengah Pandemi, Laduni.id Layani Donasi Tanpa Kutip

0
409

Jakarta – Merebaknya coronavirus disease atau Covid-19 di Indonesia berimbas luar biasa terhadap seluruh elemen dan sendi kehidupan masyarakat. Baik instansi pemerintah maupun nonpemerintah telah merasakan imbasnya.

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan. Sektor pendidikan, ekonomi, sosial budaya, bahkan kehidupan politik pun terdampak.

Di sektor pendidikan misalnya, penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) satu sisi dimaksudkan untuk menghindari munculnya klaster Covid-19 dari lembaga pendidikan. Tapi, di sisi lain, kebijakan ini dinilai tidak peka terhadap kondisi keluarga peserta didik. Sebab, tidak semua orang tua siswa memiliki kemampuan untuk menyediakan ponsel dan biaya akses internet bagi anaknya.

Ketua Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja Hari Usmayadi menuturkan, bagi lembaga pendidikan dan keagamaan, terbatasnya interaksi dengan siswa, santri, atau jamaah, menjadi ancaman tersendiri. Sebab, PJJ hanya mampu menjangkau aspek kognitif. Sementara aspek afektif dan psikomotorik tidak tersentuh sama sekali. “Jika berlangsung dalam tempo lama, kondisi ini dikhawatirkan bakal memicu kebangkrutan moral bangsa yang cukup memprihatinkan,” ujar Usma prihatin.

Menurut Usmayadi, perlu peran serta seluruh elemen masyarakat untuk mencegah meluasnya krisis multidimensi yang dialami bangsa Indonesia akibat pandemi Covid-19. “Semua sektor harus bahu-membahu, saling menolong dan saling menguatkan agar dampak pandemi Covid-19 ini dapat diatasi secara bersama-sama,” tegasnya.

Sumbangsih Laduni.ID

Sebagai wujud sumbangsih untuk mengatasi krisis multidimensi, portal Layanan Digital untuk Nahdliyin (Laduni.ID) turut menyesuaikan platformnya. Berangkat dari keprihatinan akan banyaknya lembaga yang memerlukan bantuan untuk pembangunan, perawatan, dan pengembangan sarana maupun operasional, maka Laduni.ID meluncurkan layanan donasi mulai 8 Agustus 2020 lalu.

“Fokus perhatian layanan donasi kami adalah pesantren, sekolah Islam, lokasi ziarah, dan lembaga nonformal seperti majelis taklim, TPA/TPQ, panti asuhan, dan sejenisnya,” ujar salah satu penggagas platform laduni.ID ini.

Secara umum, pengelola laduni.ID memberikan pilihan bagi calon donatur untuk memilih penerima donasi. “Lalu laduni.ID memberikan laporan secara up-to-date ke halaman profil lembaga dan dashboard laporan untuk donatur maupun penerima donasi,” terang pria yang kerap dipanggil Cak Usma ini.

Berikut ini Flowchart Proses Pengiriman Donasi Laduni.ID dengan Tanpa Mengutip

Menjadi Pipa Penyalur

Berbeda dengan lembaga pengumpul donasi lain, Laduni.ID tidak mengutip biaya dari donasi yang masuk ke setiap lembaga. “Meski secara aturan hal itu diperkenankan, tapi laduni.ID memilih untuk menjadi pipa penyalur saja,” tandas pria kelahiran Semarang ini.

Mekanisme donasi tanpa kutipan yang digagas laduni.ID diharapkan menjadi salah satu solusi di tengah pandemi Covid-19. Donatur dapat menyalurkan donasi secara online dari manapun dan kapan saja, serta bebas memilih lembaga yang hendak dibantu.

“Kami mengundang semua elemen masyarakat untuk menyalurkan donasi kepada lembaga-lembaga yang terdampak pandemi Covid-19. Semoga inisiatif donasi tanpa kutipan ini dapat menjadi ladang pahala dalam upaya saling menguatkan elemen bangsa,” pungkasnya.

Adapun Flowchart Proses Pencairan Donasi Laduni.ID Tanpa Mengutip adalah dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

Mengenai peraturan lengkap, dapat dibaca disini.

Tulisan ini pernah dimuat di laduni.id