Oleh : Moh Nasirul Haq (Santri Rubat Syafi’ie Mukalla Yaman).

Genggong , merupakan sebuah nama daerah di Desa karangbong kecamatan padjarakan kabupaten probolinggo. Nama Genggong sendiri diambil Dari nama sekuntum Bunga yang banyak tumbuh dahulunya di daerah tersebut.

Pada tahun 1839 M Di Genggong sendiri berdiri Pesantren Zainul Hasan Genggong atau lebih dikenal dengan sebutan pondok Genggong.

Seiring perjalanannya Pesantren Ini kini telah berusia 178 tahun jika kita hitung sejak awal berdirinya. Tentu Usianya menunjukkan kapasitas pesantren ini, Baik secara kiprahnya mencetak para Ulama dan juga segi Kealiman dan kewalian para Masyayikhnya.

Pada kali ini kita akan mengulas sedikit tentang beberapa sosok masyayikh Genggong yang makamnya di sekitar lokasi masjid Pesantren Zainul Hasan Genggong tak pernah sepi dari peziarah .

8 Delapan bintang dari Pondok Genggong.

Tercatat ada 8 Delapan Masyayikh Genggong yang terkenal sebagai Ulama yang Waliyullah.

1. Almarhum al-Arifbillah Syekh Zainul Abidin.
beliau adalah pendiri pertama pesantren Genggong yang mana beliau merupakan Ulama keturunan Maghribi, Maroko Afrika.
Beliau merupakan seorang Da’i yang mengajak masyarakat sekitar yang masih sangat jauh dari syariat untuk mengenal Agama Islam secara benar. Dakwah beliau mampu diterima dengan baik oleh warga sekitar, hingga akhirnya beliau memutuskan mendirikan pesantren ini.
Beliau Dipanggil keharibaan Allah SWT pada tahun 1865 M /1276 H, dan dimakamkan di genggong.

2. Almarhum Haddratus Syekh al-Arifbillah KH. Muhammad Hasan.
Kiai Hasan Genggong Juga dikenal dengan nama lain dengan “Kiai Hasan Sepuh”, lahir di desa Sentong, Krejengan, Probolinggo, 27 Rajab 1259 Hijriyah / 23 Agustus 1843 Masehi.
Beliau Merupakan Ulama’ yang Pernah menjadi santri dari Syaikhona Kholil Bangkalan. KH sepuh setelah menuntaskan belajarnya di bangkalan, beliau kemudian diambil menantu Oleh KH Zainul Abidin pendiri Pondok Genggong.
Pasca Wafatnya sang mertua beliau mendapat amanat meneruskan titah perjuangan. Dibawah didikan beliau lahir Ulama Ulama yang tersebar dimana mana. Beliau mendidik santri di Pesantren Genggong selama 87 Tahun.
Beliau kiai sepuh Ulama yang produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Salahsatu karyanya adalah kitab Safinatun Najah.
Karomahnya tidak terhitung oleh jari. Dan semua orang mendambakan menjadi orang yang bisa diakui sebagai santrinya.
Pada tanggal 11 Syawal 1374 H / 1 juni 1955 M beliau menghadap Allah SWT.

3. Al-Arifbillah Kiai Ahmad Nahrawi.
Beliau merupakan putra dari KH Hasan Sepuh.kiai Ahmad nahrowi semasa hidupnya terkenal zuhud walaupun beliau memiliki banyak karomah diantaranya bisa mengubah daun manyong dipinggir sungai menjadi Uang.
Beliau juga sangat Alim dalam Ilmu agama selain itu merupkan sosok yang kedermawanannya yang tersebar luas, beliau juga banyak menggagas pendirian masjid di daerah sekitar. Tercatat sekitar 40 masjid yang beliau gagas.
Pada hari Rabu Kliwon 16 Rabius Tsana 1362 H/ 2 Januari 1942 M beliau Wafat menghadap Ilahi Robbi.

4. Al Arifbillah KH Hasan Saifouridzall.
Saat bayi beliau diberi nama “Ahsan”. Lahir pada 28 Oktober 1928 M / 13 Jumadil Awal 1347 H di Desa Karangbong, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo. Ayahanda dan ibunda beliau adalah KH Mohammad Hasan Sepuh dan Nyai Hj Siti Aminah binti H Bakri.
Almarhum Al-Arif Billah KH. Hasan Saifourrdzall Sejak kecil dididik ilmu agama oleh Kiai sepuh langsung. Barulah saat usianya menginjak 18 tahun beliau diperintah Abahnya untuk mengaji di Pesantren Tebuireng Jombang, kepada Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari. Beliau pernah Mondok di Pondok Peterongan, Jombang, dan Ponpes Lirboyo, Kediri.
Setelah dirasa cukup beliau diperintah sang ayah untuk pulang ke Genggong dan menjadi penerus perjuangan sang ayah sebagai Pengasuh Genggong dari tahun 1952 M/1363 H. Banyak kemajuan pesantren khususnya dalam segi infrastruktur dibawah Asuhan beliau.
Pada tahun 1991 M/1402 H beliau Wafat menghadap yang maha kuasa.

5. Al-Arifbillah KH Ahmad Taufiq Hidayatullah.
Beliau merupakan putra dari Kiai Ahmad Nahrawi. Seorang Ulama’ yang zuhud dan tegas dalam menerapkan syariat. Sebagaimana didikannya kepada segenap santrinya.
Beliau Seangkatan dengan KH Hasan Saifurridzal dan bersama dalam mengajar santri di Genggong.

6. Al-Arifbillah KH Sholeh Nahrawi.
Beliau juga putra KH Ahmad Nahrawi, dikenal sebagai nama “Non Kalim” sebab beliau tidak bisa berbicara (bisu).
Setiap hari banyak tamu yang datang kepadanya untuk meminta doa barokah. Beliau juga terkenal suka bersilaturahmi kepada semua orang yang pernah ia kenal.

7. Al-Arifbillah Non Abdul Jalil.
Beliau juga Putra dari KH Ahmad Nahrawi. Sejak kecil abahnya mendidiknya untuk mengenal Allah SWT.
sebagaimana saudaranya yang lain, beliau sering berjumpa dengan Nabi Khidir dan bermimpi Rosulullah hampir setiap hari.
Non abdul jalil Beliau wafat dalam usia 27 tahun pada selasa wage tanggal 1 Robi’ul Awal 1378 H yang bertepatan dengan tanggal 10 Juni 1967 M.

8. Al-Arifbillah Kyai Ahmad Tuhfah.
Beliau dikenal dengan panggilan “NON THUHFAH”. Juga pitra KH Ahmad Nahrawi yang lahir pada tahun 1351 H/1931 M.
Sosok kyai muda mahir astronomi, beliau juga merupakan salah satu santri kesayangan dari KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Demikianlah Sekelumit mengenai 8 bintang dari pondok genggong. Bagi para peziarah yang ingin berziarah bisa langsung menuju pesantren pusat Zainul Hasan Genggong makam bertepatan disebelah Masjid Al Barokah Genggong.

Semoga bermanfaat.