- Advertisement -

CATEGORY

Kebangsaan

Islam Nusantara: Konsistensi Menjaga Persatuan untuk Memperkokoh Integritas Bangsa (Bagian 7-Habis)

NKRI dan Pancasila selain telah terbukti mampu menjadi perekat bangsa sejak kemerdekaan hingga sekarang, juga mampu menjadi wadah dakwah Islam Nusantara secara luas. Pertumbuhan...

Islam Nusantara: Sikap dan Toleransi Terhadap Pluralitas Agama dan Pemahaman Keagamaan (Bagian 6)

a. Sikap Terhadap Pluralitas Agama Pertama, meyakini bahwa pluralitas agama (perbedaan agama, bukan pluralisme menyakini kebenaran semua agama) di dunia merupakan sunnatullah. Ini seharusnya yang...

Islam Nusantara: Landasan dalam Menyikapi Tradisi/Budaya (Bagian 5)

Islam tidak anti terhadap tradisi/budaya, bahkan sebaliknya Islam akomodatif padanya. Hal ini setidaknya dapat dibuktikan dengan dua hal, yaitu berbagai ayat al-Qur'an dan hadits...

Hukum Menolak Kehadiran Tokoh

aswajamuda.com (030317) Kediri - Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara Indonesia sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus...

Islam Nusantara: Metode Dakwah Kekinian (Bagian 4)

aswajamuda.com (050217) - Kedua, metode dakwah Islam Nusantara di masa kini secara prinsip sama dengan metode dakwah di masa Walisongo, meskipun dalam strateginya perlu...

Islam Nusantara: Metode Dakwah Masa Walisongo (Bagian 3)

aswajamuda.com (240117) - 2. Metode Dakwah Islam Nusantara Sampai kini masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan sejarawan tentang masuknya Islam di Nusantara. Di antara yang...

Islam Nusantara: Maksud Sebenarnya (Bagian 2)

aswajamuda.com  (241117) B. Poin-poin Pembahasan 1. Maksud Islam Nusantara Islam adalah agama yang dibawa Rasulullah Saw, sedangkan kata “Nusantara” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah sebutan atau...

Islam Nusantara: Pro dan Kontra? (Bagian 1)

aswajamuda.com (240117) - A. Mukadimah Pakar sejarah Ibn Khaldun (1332-1406 M) dalam karyanya, Muqaddimah (37-38) mengatakan: أَنَّ أَحْوَالَ الْعَالَمِ وَالْأُمَمِ وَعَوَائِدَهُمْ وَنِحَلَهُمْ لَا تَدُومُ عَلىٰ وَتِيرَةٍ وَاحِدَةٍ...

KEISLAMAN WARAQAH BIN NAUFAL DAN SIKAP TERHADAP PLURALITAS AGAMA

Beberapa catatan : 1. Keislaman Waraqah bin Naufal sekaligus statusnya sebagai sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperselisihkan. Sebagian ulama seperti at Thabari, al Baghawi dan Ibn...

Pudarnya Semangat Toleransi dan Kebhinekaan ( Refleksi Akhir Tahun 2016 PBNU )

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2016 PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA No.: 1135/A.II.03/12/2016 Pudarnya Semangat Toleransi dan Kebhinekaan السلام عليكم ورحمةالله وبركاته بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد Puji syukur...

Terbaru

Tetap Menghormati dan Memuliakan Habaib Meskipun Berbeda Prinsip

Menurut al-Habib Ubaidillah bin Idrus al-Habsy, mufti Tarim yang merupakan guru beliau, habib Ali al-Masyhur pernah berpesan,  "Hormati dan...

Memahami Empat Konsep Takdir dengan Sederhana

Salah satu rukun iman adalah mempercayai akan adanya takdir. Meyakini ketetapan qodho Allah Subhanahuwata'ala, baik ataupun buruknya. Dalam artian yakin bila segala...

Dalil Sila Kedua dalam Pancasila

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antara sesama manusia, saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa, tidak semena-mena, menjunjung...

Jihad dan Penerapannya dalam Negara Bangsa

Dalam permasalahan jihad qitaly, sebelum nabi Muhammad shallahu'alaihiwasallam hijrah para ulama sepakat bahwa tidak diperbolehkan memerangi orang kafir. Bahkan Allah Subhanahuwata'ala berfirman, 

Dalil Sila Keempat dalam Pancasila

Nilai filosofis yang terkandung dalam sila keempat adalah, bahwa hakikat negara merupakan penjelmaan sifat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
- Advertisement -