Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Anjuran Rasulullah

3947

Mandi sebagaimana kita tilik dari arti kata (الغسل) – (Al-Ghuslu) dari segi bahasa adalah mengalirkan. Dalam mandi wajib atau biasa kita kenal dengan mandi junub atau mandi besar, maka arti tersebut diperdalam dengan mengalirkan air ke seluruh tubuh tanpa kecuali disertai dengan niat membersihkan diri dari hadats besar, yakni junub, haid, nifas, wiladah atau setelah mimpi basah.

Tata Cara Mandi Wajib

Tata cara mandi wajib jika diurutkan adalah sebagai berikut :

  1. Niat mandi wajib. Inilah perbedaan paling jelas antara mandi biasa dan mandi wajib, yaitu: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
  2. Membasuh tangan. Lebih baiknya dilakukan tiga kali bolak balik antara tangan kanan dan kiri dengan tujuan benar-benar membersihkan dari kotoran dan najis.
  3. Membersihkan organ-organ tubuh yang berpotensi menghasilkan kotoran, dengan menggunakan tangan kiri. Seperti contoh ketiak, kemaluan, dubur, dan bagian-bagian yang mengandung lekukan-lekukan.
  4. Membasuh kembali kedua tangan, dianjurkan dengan sabun.
  5. Berwudlu dengan sempurna seperti halnya hendak sholat.
  6. Mengguyur air ke kepala sampai ke akar rambut dan kulit kepala, ulangi hingga tiga kali.
  7. Mencuci kepala bagian kanan, lalu kiri, secara bergantian.
  8. Menyela-nyelai rambut kepala dengan jari-jari sampai kulit kepala.
  9. Mengguyur badan secara keseluruhan, bergantian dari bagian kanan kemudian kiri.
  10. Diulangi lagi dengan menggunakan sabun dan shampoo, dengan tujuan membantu lebih membersihkan tubuh secara keseluruhan.

Tentunya tata cara tersebut dilakukan jika kondisi tubuh dalam keadaan normal. Tidak terdapat luka atau sakit yang dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan tubuh. Dan juga menimbang cukupnya kebutuhan air yang ada. Tidak mengambil jatah dari makhluk hidup lain yang lebih membutuhkan. Tidak juga dalam keadaan yang sulit air pada daerah setempat.

Tata cara mandi wajib tersebut sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, dirawayatkan langsung oleh Siti Aisyah RA. Saat mandi harus mengalirkan air secara merata di sekujur tubuh, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tak lupa sela-sela bawah kuku dan juga bagian kulit yang ditumbuhi rambut hendaknya diselai-selai air dengan jari.

Baca Juga: 5 Hal yang Membatalkan Wudhu

Bukankah dengan bersihnya tubuh kita maka bersih pula rohani kita. Dengan demikian kita mampu lebih khusyuk dalam beribadah.


Ilustrasi: Designed by Freepik

Referensi:
Fiqih Praktis Al-Badi’ah, Tuntunan Ibadah Keseharian, Edisi Keempat, Nopember 2012 (Madrasah Hidayatul Muhibbin, Jombang)