Bulan Muharram / Suro Angker !

Begitu kata orang sepuh kita, khususnya masyarakat Jawa. Stigma seperti ini membuat masyarakat Jawa enggan mengadakan hajatan seperti pernikahan, menempati rumah baru atau hajat lainnya, “khawatir ketimpa sial” begitu katanya.

Salah satu dugaan yang berkembang tentang munculnya keyakinan masyarakat ini adalah hasil dari strategi kerajaan Jawa dalam membentuk keyakinan masyarakat. Karena di bulan Suro, biasanya kerajaan – kerajaan jawa memiliki acara atau hajatan seperti memandikan benda pusaka seperti keris dan tombak, atau kirab makhluk tertentu yang diistimewakan. Untuk mencegah sepinya animo masyarakat dan berkurangnya wibawa kerajaan, dimunculkanlah stigma Bulan Muharram / Suro Angker. Sehingga pada bulan ini masyarakat tidak mengadakan hajat dan dapat menghadiri acara kerajaan.

Fenomena pada bulan ini justru bertolak belakang dengan penanggalan Islam. Dalam kalender Hijriyah, bulan Suro bertepatan dengan bulan Muharram. Bulan Muharram termasuk bulan mulia dan banyak peristiwa penting yang terjadi. Diantara peristiwa penting adalah selamatnya Nabi Ibrahim-‘alaihis salam- dari api, diangkatnya Nabi Isa-‘alaihis salam- ke langit dan disembuhkannya Nabi Ayyub-‘alaihis salam- dari sakit berkepanjangan.

Lalu seperti apa pandangan “Bulan Muharram / Suro Angker” dalam Islam ?

Sesungguhnya tidak ada bulan angker, seperti keangkeran bulan Syawal yang diasumsikan masyarakat Jahiliyah kemudian ditepis oleh Sayyidah ‘Aisyah.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَاقَالَتْ: تَزَوَّجَنِيْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى شَوَّالٍ وَبَنَى بِيْ فِيْ شَوَّالٍ. فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّيْ. (رواه مسلم)

“Dari ‘Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-mempersunting diriku di bulan Syawal, berhubungan badan denganku di bulan Syawal, maka siapakah istri beliau yang lebih agung derajatnya di sisinya daripada aku?” (HR. Muslim)

Baca Juga: Seputar Mitos Hingga Amaliyah Bulan Suro

Maka cukup jelas bahwa sejatinya, tidak ada bulan angker dalam Islam sesuai Hadits di atas. So, Happy Muharram Everyone !