Bedah KHAZANAH ASWAJA, Tonggak Berjam’iyyah NU

0
751

aswajamuda.com (240217) Brebes – Acara bedah buku Khazanah Aswaja di Pesantren Al-Hikmah 2, Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah pada Jumat (24/02) berlangsung meriah dan khidmah.

Hadir dalam bedah buku masyarakat umum, perwakilan MWCNU, para ustadz, dan para dzuriyah pesantren Al-Hikmah.

Di jajaran kepengurusan PCNU Brebes hadir Rais Syuriyah, KH. Amin, kemudian Wakil Rais Syuriyah yang juga pengasuh Pesantren Al-Hikmah 2, KH. Shalahuddin Masruri, Katib Syuriyah, KH. Shofiyullah.

khazanah aswaja
Suasana Bedah Buku

Dalam sambutannya Kiai Sholahuddin memotivasi agar para peserta sepulang dari bedah buku karya Tim Aswaja NU Center Jatim ini lebih bersemangat lagi untuk bergiat di organisasi Nahdlatul Ulama.

“Harapannya, agar kita tidak hanya menjadi jama’ah NU, tapi bagaimana menggerakkan jam’iyah NU”, tegasnya.

Mengamini pernyataan itu, Kiai Ma’ruf Khozin, pembedah sekaligus salah satu tim penulis menyatakan,”Kita harus mantap ber-NU karena para ulama yg mendirikan NU adalah para ulama pilihan dan punya sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah.”

Lihat Disini : Buku Bestseller Khazanah Aswaja

Di sela-sela acara, Rais Syuriyah KH. Amin juga menggarisbawahi, bahwa NU itu tidak ifrath (ekstrem) dan tidak tafrith (gegabah) tetapi tawassuth (moderat).

Ustad Yusuf Suharto, anggota tim penulis, setelah memaparkan secara global muatan buku Khazanah menyampaikan, pemikiran moderat itu antara lain adalah hasil Munas Alim Ulama pada 2006. “Mari kita baca pada halaman 444 di buku ini bahwa di antara Fikrah Nahdliyyah (metode berfikir ke-NU-an) yang merupakan hasil bahtsul masail maudhuiyyah adalah bahwa fikrah tawassuthiyyah (pola pikir moderat)” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab yang dibuka dua sesi itu, ada usulan agar buku Khazanah lebih dipercantik covernya, kemudian dimantapkan pola penyebarannya, serta dilengkapi dengan biografi singkat delapan tim penulisnya.

Selepas jeda Jumatan, dua tim penulis buku menyampaikan secara lebih mendalam isi buku Khazanah. Kiai Ma’ruf Khozin dalam sesi ini menekankan, tidak semua hal yang ditinggalkan nabi itu dilarang. “Ini jurus ampuh. Jika ada yg kritik maka kita bacakan Surat Al-Hasyr ayat 7”, terangnya. (Imad/Brebes)