Bedah Buku Fikih Kebangsaan GP Ansor Paciran

0
332

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Anak Cabang Paciran (9/02) menggelar bedah buku Fikih Kebangsaan di Ponpes Sunan Sendang Roudlotut Tullab Sendangduwur, Paciran, Lamongan. Acara malam itu diikuti ratusan Kader GP Ansor dan Banser Pantura Lamongan.

Acara diawali dengan Ijazah Kubra oleh KH. Salim Azhar, Rois Syuriah PCNU Lamongan sekaligus shahibul ma’had di Masjid Ar-Roudloh, yang terletak di dalam kompleks ponpes tersebut. Para pemuda Nahdliyin sangat khusyu’ menerima ijazah rangkaian doa dan aurad dari kyai sepuh ini.

Di dalam acara itu, Kader GP Ansor dan Banser juga mengumpulkan donasi untuk korban bencana banjir di kawasan Bengawan Njero Lamongan. Bantuan itu diserahkan kepada PC LPBINU Lamongan untuk disalurkan kepada para korban bencana banjir.

Acara dilanjutkan dengan bedah buku Fikih Kebangsaan. Gus Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda, menjadi narasumbernya. Dengan lugas ia membedah buku yang diterbitkan oleh Lirboyo Press dan LTN Himasal itu.

Ia mengungkapkan bahwa dalam perjalanan sejarah bangsa, NKRI sebagai ma’ahadah wathaniyyah (konsensus bangsa) yang berasaskan Pancasila terus diuji eksistensinya.

Dalam konteks ini, buku Fikih Kebangsaan: Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinnekaan, lahir untuk menegaskan eksistensi konsensus itu. Para penulis buku ini mengupas berbagai problematika keislaman dan kebangsaan yang berkelindan di tanah Indonesia ini.

Secara spesifik, buku Fikih Kebangsaan memuat enam (6) bab, yaitu NKRI Sebagai Mu’ahadah Wathaniyyah, NKRI Harga Mati, Mengawal Pemerintahan yang Sah, Perbedaan adalah Keniscayaan, Provokasi Bukan Ajaran Aswaja an-Nahdliyyah, dan terakhir Sembilan Rekomendasi HIMASAL, yang menjadi kesimpulan dari buku tersebut.

Ringkasnya, Fikih Kebangsaan hadir demi terjaganya NKRI sehingga tercapai negeri damai penuh berkah, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Acara malam itu ditutup dengan doa dan diakhiri dengan tradisi mayoran/talaman, makan bersama para peserta ala pesantren.

Sumber berita: menaramadinah.com