Alasan Kenapa Nama Nabi Ibrahim disebut di dalam Tasyahud Akhir

0
653

Salah satu rukun salat adalah melaksanakan tasyahud akhir. Bacaan yang wajib dibaca ketika tasyahud akhir, salah satunya adalah bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Selebihnya, seperti shalawat kepada keluarga Nabi Muhammad Saw., lalu Nabi Ibrahim As. serta keluarganya sebatas sunah saja. Begitu yang diyakini mazhab Syafii.

Salah satu di antara bacaan-bacaan shalawat yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad Saw. kepada umatnya adalah shalawat Ibrahimiyah. Berikut teks shalawatnya.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana telah Engkau curahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.”

Ada beberapa hal yang sering dipertanyakan banyak orang dari shalawat ini. Mengapa dalam bacaan shalawat di atas disebutkan nama Nabi Ibrahim As.  bersama dengan Nabi Muhammad Saw.? dan kenapa bukan Nabi yang lain?

Di dalam kitab Tafsir Munir, Syaikh Nawawi al-Bantany mengemukakan setidaknya ada empat pendapat berkenaan dengan pertanyaan tersebut.

Pertama, karena Nabi Ibrahim as. pernah berdoa untuk Nabi Muhammad saw. Berkat doa tersebut, Allah Swt mensyariatkan doa itu kepada umat Nabi Muhammad saw. sampai hari kiamat. Ini sebagai upaya ‘balas budi’ atas doa Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad saw.

Kedua, karena Nabi Ibrahim as. pernah berdoa kepada Allah swt, “Tetapkanlah pujian yang bagus untukku pada umat-nya Nabi Muhammad saw.” Allah swt. kemudian mengabulkan permintaan itu. Allah menggabungkan penyebutan keduanya, yakni Nabi Ibrahim As. dan Nabi Muhammad Saw. agar pujian yang bagus itu masih tetap ada pada umat Nabi Muhammad Saw.

Ketiga, karena Nabi Ibrahim As. adalah bapak (pemimpin) dari agama, sedangkan Nabi Muhammad saw adalah bapak dari rahmat kasih sayang. Oleh karena keduanya sama-sama mempunyai hak sebagai bapak, maka Allah Swt menyatukan keduanya dalam hal pujian dan shalawat.

Dan keempat, karena Nabi Ibrahim As. adalah orang yang menjadi pelopor disyaratkannya ibadah haji. Sementara Nabi Muhammad Saw. adalah orang yang menjadi penyeru keimanan. Maka, Allah swt. menyatukan keduanya di dalam sebutan yang bagus.

Demikianlah kiranya hikmah di balik penyebutan nama Nabi Ibrahim As. bersama dengan nama Nabi Muhammad saw. dalam bacaan shalawat yang sering kita baca setiap hari. Semoga kita mendapatkan manfaat dari penjelasan yang telah dipaparkan di atas.

Sumber: Syekh Nawawi al-Bantany, Tafsir Munir: [I]: 35; Cet. Dar al-‘Ilm